Renungan iGrow 8 Maret 2022 – Tetap Tunduk Meski Benar

https://youtu.be/jofkzSzY7e4

Selasa, 8 Maret 2022
TETAP TUNDUK MESKI BENAR
Bacaan Alkitab : Ayub 9

Ayat Emas : Ayub 9:15
Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.

Di tengah keadaannya yang mengenaskan, di dalam ayat emas kita terpampang bagaimana Ayub mengucapkan sebuah kalimat yang menurut saya sangat “powerful”. Sebuah pengakuan yang menunjukkan betapa mutlaknya kuasa Allah. Dengan ungkapannya, ia juga sekaligus mengakui kelemahannya. Realitas Allah melampaui realitas manusia sebab Ia pencipta segala sesuatu. Ayub menyadari bahwa semua yang dialami seizin Allah. Maka, di tengah pergumulan yang terjadi Ayub tetap mengakui kebenaran Allah.

Tidak mudah menemukan pribadi yang mau tetap bersikap rendah hati diperlakukan dengan tidak adil meskipun ia adalah seorang yang benar, tanpa membela diri dan memberontak. Ayub sadar siapa yang ada di depannya, Dialah Allah sendiri. Tanpa berbantah ia menunjukkan ketaatannya pada Allah. Ini sungguh memberikan contoh bagi kita bagaimana menjadi seorang yang memiliki penundukan diri yang luar biasa terhadap kedaulatan Allah. Renungkan kembali siapa diri kita, seberapa tunduk kita di hadapan Tuhan yang sejatinya adalah pemilik hidup kita. Jadilah pribadi yang taat dan tunduk seutuhnya kepada Dia.

Doa
Ampuni kesombongan dan keangkuhan kami yang sering merasa benar ya Tuhan. Tuntunlah agar tetap sejalan dengan firman-Mu. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 8 Maret 2022

Lukas 11:34-35
Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.

Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan 😊

Ada seorang Nenek👵🏼yang setiap bangun pagi, dia selalu berdoa. Dan sang Cucu 👧🏻yang melihatnya, ikut berdoa juga.
Sampai suatu hari sang Nenek berlangganan koran 📰 dan setiap bangun pagi yang dilihat adalah koran.
Sang Cucu 👧🏻 pun melihat dan berkata; “Apakah Nenek sudah tidak mementingkan doa?
Sang Nenek 👵🏼 pun menjawab; “Nenek membaca koran untuk mendoakan keadaan yang ada di luar sana.

Nah, bagaimana dengan anak-anak semua? Apakah yang kalian lakukan saat bangun pagi? Dari cerita singkat tentang sang Nenek, kita diingatkan bahwa seringkali kita tergoda dengan mendahulukan melihat media sosial (tiktok, instagram dll). Apalagi sekarang sudah ada yang namanya Metaverse.
Tuhan pun mengetahui apa yang kita lakukan setiap hari.

Hari ini kita diingatkan oleh ayat Firman Tuhan dari Lukas 11:34-35, bahwa Tuhan memberi kita mata 👀disertai dengan tanggung jawab untuk memakainya seturut dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dalam memakainya. Jangan sampai apa yang kita lihat membuat kita berdosa dan membuat seluruh tubuh kita menjadi gelap di mata Tuhan.

Selamat beraktivitas ya anak-anak💪🏻
Tuhan Yesus memampukan kita semua untuk menggunakan mata kita sesuai kehendak-Nya🙏🏻😇

☘️Tante Sally☘️

Renungan iGrow 7 Maret 2022 – Allah Berdaulat Penuh

https://youtu.be/ZuPtLQqeWvE

Senin, 7 Maret 2022
ALLAH BERDAULAT PENUH
Bacaan Alkitab : Ayub 8

Ayat Emas : Ayub 8:20
Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat.

Tak jarang kita terjebak pada sebuah pemahaman yang “nampaknya” benar. Yaitu jika seseorang memiliki segala kecukupan dan kelimpahan berkat di dalam hidupnya, orang itu pasti seorang yang benar. Demikian sebaliknya, seorang yang memiliki kecukupan dan kelimpahan masalah di dalam hidupnya adalah seorang yang hidupnya fasik.

Pemahaman terkotak dan sederhana itulah yang disampaikan Bildad kepada Ayub, sahabatnya. Ia mencoba mengingatkan Ayub bagaimana kehidupan seorang fasik, yang digambarkannya seperti rumput yang layu sebelum waktunya dan tak berpengharapan (ayat 12-13). Satu hal yang kita ingat bahwa kelimpahan dan kesenangan bukanlah satu-satunya pertanda bahwa Tuhan berkenan kepada kita, demikian juga sebaliknya. Saat ini, yang perlu kita kerjakan adalah memeriksa dengan jujur hidup kita sendiri, apakah kita benar-benar sudah berjalan seturut dengan kehendak-Nya? Karena dengan seturut kehendak-Nyalah kita diperkenan oleh Tuhan.

Allah berdaulat atas hidup kita, janganlah “grusa-grusu” menilai hidup kita tanpa menghargai kedaulatan Allah. Terus lakukan kehendak-Nya dengan baik. Ada atau tidak ada berkat.

Doa
Ajarkan kepada kami kemampuan melihat kebesaran kuasa-Mu atas kami. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 7 Maret 2022

Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

☀️Selamat pagi GP Kids.
Salam semangat ya!

Di hari Senin pagi ini Kak Boedi hendak mengajak anak-anak semua untuk memperhatikan sesuatu yang menarik. Yakni bagaimana awal mula manusia jatuh ke dalam dosa.

Ternyata, Adam dan Hawa jatuh melakukan dosa bukan dosa membunuh lho… 🤭

Bukan dosa mencuri.
Bukan dosa berbohong.
Bukan dosa menyembah berhala.

Tetapi mari kita perhatikan (akan lebih baik bila kita baca lengkap Kejadian pasal 2 dan 3) bahwa ternyata Adam dan Hawa melakukan dosa karena tidak patuh terhadap pesan Allah kepada mereka. Silakan lihat Kejadian 2: 16-17.

🌻Anak-anak, jikalau di Taman Eden yang begitu indah dan kudus, Iblis bisa masuk dan memperdaya manusia saat itu, apalagi di zaman yang jahat ini?😢

Maka dari itu anak-anak, belajar dari kejatuhan manusia pertama di atas, mari kita patuh, taat kepada pesan Allah.

Pesan Allah ada di mana?
📔Di Alkitab.

Iya, semua pesan Allah ada di Alkitab.
Alkitab adalah firman Tuhan.

Mari kita cintai Alkitab dengan rajin membaca, mengingat dan melakukannya.

🙏Doa: Terima kasih Tuhan Yesus atas kebaikan-Mu kepadaku. Buatlah hatiku untuk terus mencintai Tuhan Yesus dan firman-Mu. Amin.

Salam sehat dan semangat ya…

Tuhan Yesus memberkati.

~Kak Boedi

Renungan iGrow 6 Maret 2022 – Naungan Sejati

https://youtu.be/1qj8X5m3z50

Minggu, 6 Maret 2022
NAUNGAN SEJATI
Bacaan Alkitab : Ayub 7

Ayat Emas : Ayub 7:1
Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

Selagi masih berada di dunia, pergumulan dan kesulitan hidup tak akan berpaling dari hidup kita. Dapat menyapa siapa dan kapan saja. Penderitaan Ayub begitu lengkap baik fisik maupun batin. Sahabat yang diharapkannya pun tak kunjung menolong namun menodong dengan penghakiman.

Apa yang terjadi di dalam kehidupannya seperti tidak terbayangkan, begitu cepat berlalu dan kemudian dengan segera muncul pergumulan begitu berat. Sebuah pergumulan yang digambarkannya seperti malam yang merentang panjang berpadu dengan cekaman gelisah (ayat 4). Demikianlah bagi sebagian orang, penderitaan seakan membuat waktu berjalan begitu lama. Di fase itulah Ayub kemudian memalingkan diri kembali kepada Allah.

Ayub mempercakapkan keluhannya kepada Tuhan, dengan kesadaran bahwa hidupnya adalah hidup bergumul. Bahkan dikatakannya seperti seorang budak yang merindukan naungan, suatu keadaan terpenjara dan tiada kebebasan. Tuhanlah naungan kita, Dialah yang tiada henti membuka jalan atas setiap pergumulan kita. Lepaskan pandangan hanya kepada-Nya, bukan kepada orang sekitar atau masalah yang sedang memenjara hidup kita.

Doa
Hidup kami tak luput dari pergumulan, namun kami tahu ada Allah hebat yang menyertai kami sepanjang waktu. Terpujilah Tuhan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio