Morning Devotion GP Kids – 28 Februari 2022

Yosua 24:24
Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: “Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.”

Setelah 40 tahun bangsa Israel melakukan perjalanan dari tanah Mesir, akhirnya mereka berhasil memasuki tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka 🏜️
Memang perjalanan mereka adalah perjalanan yang melelahkan, tetapi usaha mereka tidak sia-sia, sebab Tuhan Allah menyertai perjalanan mereka.

Setelah mereka tiba di tanah Kanaan, Yosua mengingatkan kembali perjanjian bangsa itu dengan Tuhan yang telah menyertai mereka selama ini. Mengapa mereka perlu diingatkan? Karena bangsa Israel seringkali lupa dengan janjinya, atau kerap melanggar janji kepada TuhanπŸ™…πŸ»β€β™€οΈ
Oleh karena itu, Yosua mengajak bangsa Israel untuk berjanji kepada Tuhan (ayat 24), dan mereka harus melakukannya dengan kesungguhan hati.

Anak-anak, terkadang kita lupa dengan janji atau komitmen kita pada Tuhan. Janji untuk setia mengasihi Tuhan, janji rajin berdoa, janji saat teduh setiap hari, dan masih banyak janji-janji kita di hadapan Tuhan.
Hari ini, biarlah kita kembali diingatkan untuk terus berusaha memegang teguh janji kita kepada Tuhan. Mintalah Roh Kudus untuk memimpin dan memampukan kita.

Tuhan Yesus memberkati πŸ˜‡

-Kak Uni-

Renungan iGrow 27 Februari 2022 – Buah dari Kebaikan

https://youtu.be/LnEP8cYCEDE

Minggu, 27 Februari 2022
BUAH DARI KEBAIKAN
Bacaan Alkitab : Ester 10

Ayat Emas : Ester 10:3
Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya.

Kedudukan dan kebesaran yang dimiliki Mordekhai pada waktu itu tidak lepas dari adanya campur tangan Tuhan. Ia tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan oleh raja Ahasyweros, seperti yang pernah dilakukan Haman. Namun ia selalu mengikhtiarkan hal yang baik, dan mementingkan keselamatan bangsanya.

Sepertinya, sikap baik yang ditunjukkan Mordekhai ini sebagai bentuk ucapan syukur atas pertolongan Tuhan kepadanya dan juga seluruh umat Yahudi. Mordekhai menjadi seorang pemimpin yang baik. Melalui kebaikannya, ia menerima buah yaitu menjadi orang yang dihormati dan dikasihi bangsanya.

Marilah kita berusaha menjadi pemimpin-pemimpin yang mendatangkan kebaikan bagi sesama kita. Baik itu di lingkungan gereja, keluarga, atau pekerjaan kita agar berkat Tuhan dinyatakan dalam kehidupan kita. Bukan hanya hormat dan kasih dari sesama, terlebih dari itu kita menerima perkenanan Tuhan.

Doa
Ajar kami Tuhan, untuk mampu mendorong diri menjadi pemimpin baik dan berkenan di hati Tuhan. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Ibadah Komisi Anak GP Kids – 27 Februari 2022

Halo GP Kids πŸ˜ƒ

Kebaktian GP Kids Online Minggu, 27 Februari 2022 akan diadakan melalui Zoom:

β€’Pukul 10.00 WIB (hanya 1x zoom ya).
β€’Untuk kelas Pra Indria, Indria, Pratama, Madya, Pra Remaja.

Link Zoom:
https://telkomsel.zoom.us/j/91959911148?pwd=NUw1czlaaXpBNWNEWXJobCtoN1VIQT09

Meeting ID: 919 5991 1148
Passcode: GP

Guru-guru berharap, anak-anak GP Kids ikut bergabung ya πŸ€—
Karena seperti biasa, kehadiran kalian akan diabsen πŸ™‹πŸ»β€β™€οΈ

Terima kasih GP Kids πŸ™πŸ»
Sampai bertemu esok Minggu ya 😍
Tuhan Yesus memberkati πŸ˜‡

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 27 Februari 2022 – Oleh: Ibu Vonny Rumagit

Kesetiaan, Kelemahlembutan dan Penguasaan Diri
Galatia 5: 22-25

Kesetiaan
Kesetiaan banyak dikaitkan juga dengan waktu atau berapa lama keberlangsungan seseorang memegang teguh pendiriannya. Namun jika digali lebih dalam, bicara setia sebenarnya lebih banyak bicara tentang kualitas bukan sekadar kuantitas (secara durasi/ ukuran waktu). Kesetiaan dalam Kamus Bahasa Indonesia diberi arti sikap berpegang teguh pada janji dan pendirian. Di Galatia 5, kata Yunani yang dipakai adalah “Pistis”, yang juga mempunyai arti “Iman.” Dalam Bahasa Inggris adalah “Faithfulness,” yang di dalamnya ada unsur kata “Faith.” Dalam kesetiaan ada mutu dan keunggulan sikap yang dikerjakan secara intens, seperti iman, kasih, tabah, tegar, dsb.

Kelemahlembutan
Lemah lembut seakan-akan identik dengan penampilan atau perilaku yang halus, sopan dan tenang. Kelemahlembutan menggunakan kata meekness bukan weakness. Kelemahlembutan adalah kekuatan batin bukan kelemahan. Cirinya adalah mudah dibentuk (teachable) dan sikap hati penuh ketundukkan (submissive).

Penguasaan Diri
Penguasaan diri bukan sekadar tentang “tidak melakukan sesuatu”, tapi juga sebaliknya bicara “melakukan sesuatu yang perlu, yang tidak ingin kita lakukan.” Ketika kita belajar dan melatih diri melakukan sesuatu yang baik yang tidak kita suka, di sana akan muncul ketangguhan batin dan penguasaan diri yang kuat.

Di bagian awal perikop ini, kita melihat bahwa konteks ditulisnya tentang buah roh adalah terkait dengan hidup di bawah pimpinan Roh kudus. Dan sebagai pembandingnya, disebutkan tentang hidup oleh daging yang berlawanan dengan hidup oleh roh. Berbeda dengan hukum taurat, buah roh bukanlah sebuah hukum, melainkan hasil dari seorang yang hidup dikuasai oleh Roh Kudus.

Jika hukum taurat mewakili usaha manusia yang terbatas dan gagal memenuhi tuntutan Allah, Buah Roh adalah pekerjaan Roh Kudus yang memampukan dan menuntun orang percaya agar seluruh rencana Allah tergenapi. (VEJ)

Youth Shine Online Service – Kasih Itu Perlu Tanggung Jawab

Hai” Youth Shine GKMI Gloria Patri🀩

Happy weekend!!!
We hope you guys stay healthy and doing everything very well

Shiners, hari ini kita akan PERSEKUTUAN ONLINE bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK. Penasaran kan? Soo, kuy kita persekutuan!

LINK ZOOM
https://telkomsel.zoom.us/j/95441365319?pwd=cEZSb2c4MjREY0V6bE5vWjJXWG9MQT09

Pastikan diri kalian untuk hadir dalam persekutuan hari ini yaa! Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh di dalam Kristus.

GOD BLESS YOU

Renungan iGrow 26 Februari 2022 – Syukur Karena Allah

https://youtu.be/uKs8o4kmmi0

Sabtu, 26 Februari 2022
SYUKUR KARENA ALLAH
Bacaan Alkitab : Ester 9

Ayat Emas : Ester 9:26a
Oleh sebab itulah hari-hari itu disebut Purim, menurut kata pur.

Beberapa hari ini kita telah melihat kisah yang menakjubkan. Allah membalikkan keadaan sedemikan rupa hingga orang Yahudi bisa selamat dari pemunahan. Padahal, seharusnya mereka akan menghadapi genosida pada hari yang telah ditentukan menurut pengundian (pur) hari yang dilakukan oleh Haman.

Pekerjaan Allah terjadi dengan sempurna atas umat-Nya, karenanya Mordekhai menyerukan sebuah perayaan yang harus dilakukan setiap tahun untuk mengingat dan mengucap syukur atas pertolongan Allah sehingga mereka mengalahkan musuh-musuh. Perayaan ini dilakukan dengan pesta meriah yang didahului dengan satu hari puasa. Hal berpuasa ini juga mengingatkan bangsa ini bagaimana Ester pun berjuang dan bergumul melakukan bagiannya sebelum menikmati pertolongan Allah.

Pesta Purim dilakukan oleh segenap Yahudi turun temurun hingga sekarang. Saat pesta diadakan, kitab Ester dibacakan sebagai pengingat kisah bangsa ini. Untuk kita, mari belajar untuk melakukan bagian kita yaitu berdoa, memohon pertolongan kepada Tuhan. Dan ketika Ia mengerjakan bagian-Nya menolong kita, kita terus mengucapkan syukur tanpa lupa semua yang telah ditunjukkan-Nya. Rayakan setiap pertolongan Tuhan dengan syukur dan dan sukacita.

Doa
Ya Tuhan, karuniai kami ingatan akan semua kebaikan-Mu, agar kami mampu senantiasa mensyukurinya dan hidup tetap dalam rencana-Mu. Amin. (uni)

Alkitab Audio