Morning Devotion GP Kids – Selasa, 22 Februari 2022

Kolose 3:20
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

Mama berulang kali memanggil nama Joy. Tapi tidak ada jawaban. Mama memanggil dengan suara keras, “Joy.. Joy.. Joy..” 
Ternyata Joy sedang asyik main games.
Karena tidak ada jawaban dari Joy, kemudian mama dan papa berangkat ke rumah emaknya. Pintu rumah dikunci. Mama menyangka Joy sudah berangkat duluan dengan kakaknya. Rumah emak hanya berjarak 3 rumah saja dari rumah Joy.
Hari ini adalah hari Ulang Tahun Emak. Semua saudara berkumpul di rumah Emak untuk merayakannya.

Setengah jam kemudian, dari dalam rumah itu terdengar suara tangisan. Ternyata Joy sedang menangis sendirian di ruang tamu. Rupanya Joy tertinggal sendirian di rumah. Joy menangis karena takut di rumah sendirian dan sedih tidak bisa ikut merayakan Ulang Tahun Emak. Joy menangis karena menyesal sudah mengabaikan panggilan mamanya karena asyik main game. Joy merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Adik-adik…
Tuhan ingin kita hidup dengan ketaatan. Taat kepada firman Tuhan, juga kepada orang tua kita.
Ketika orang tua memanggil, kita bisa menjawab & datang kepada mereka.
Bisa ya adik-adik?

Selamat beraktivitas…
Tuhan Yesus memberkati 😇

-Cik Joice-

Renungan iGrow 21 Februari 2022 – Mainkan Peranmu

https://youtu.be/7EXQIgRryXY

Senin, 21 Februari 2022
MAINKAN PERANMU
Bacaan Alkitab : Ester 4

Ayat Emas : Ester 4:16
Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian.

Mordekhai sangat berduka dan sedih ketika mengetahui rencana Haman memunahkan bangsanya. Kesedihan ini diungkapkan dengan berkain kabung dan abu. Ia berharap Ester menyampaikan jerit bangsanya atas keputusan raja. Di sisi lain, meski Ester adalah seorang ratu, tidak mudah baginya untuk menghadap raja apalagi mengubah keputusan yang telah dibuat. Tapi Ester menaati apa yang diminta Mordekhai dengan konsekuensi mati karena menentang raja (ayat 16). Ia mengambil peran yang tepat sebagai umat Allah.

Apakah Anda merasa layak dengan keberadaan dan situasi yang sudah anda persiapkan sebaik mungkin seperti saat ini? Bagaimana respon Anda jika Tuhan menarik Anda keluar dari situasi yang membuat hidup kita selama ini merasa nyaman?

Bila kita hidup mengikuti pimpinan Allah, maka apapun keberadaan kita dan di manapun posisi kita, percayalah bahwa Allah menempatkan kita dengan suatu maksud tertentu. Yakinlah akan pengharapan dan pertolongan Tuhan. Mainkan peran kita dalam memaksimalkan tanggung jawab sebagai orang percaya di tengah pergumulan bahkan penderitaan yang terjadi.

Doa
Tuhan, ajarkan kepada kami untuk mempunyai respon yang benar atas rencana-Mu. Amin. (AV)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – Senin, 21 Februari 2022

Yeremia 9:23-24
“Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Selamat pagi adik-adik GP Kids.

Mungkin banyak diantara adik-adik yang senang bermain media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau TikTok. Media sosial memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa memakai Media Sosial untuk berkomunikasi dengan teman atau saudara kita, mengikuti berita-berita yang sedang viral, atau mungkin yang paling sering kita lakukan adalah untuk men-share aktivitas sehari-hari kita ke teman atau follower kita. Memang secara natural kita suka men-share di media sosial karena memang kita manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial yang senang berkomunikasi dan berbagi dengan orang lain.

Meskipun begitu, ada hal yang harus kita waspadai ketika kita men-share sesuatu di media sosial. Apakah yang menjadi alasan atau motivasi kita men-share sesuatu? Seringkali kita ingin men-share hal-hal yang paling kita banggakan dalam hidup kita, mungkin itu foto-foto liburan, makanan, atau barang-barang yang kita punya. Kita merasa senang dan bangga ketika apa yang kita share mendapat like atau comment dari orang lain. Namun ayat Firman Tuhan diatas berkata bahwa kita tidak boleh bermegah atau merasa hebat akan apa yang kita miliki di dunia ini. Bukan berarti kita tidak boleh men-share ucapan syukur kita akan berkat yang Tuhan berikan, tapi kita harus ingat bahwa segala sesuatu yang kita bisa miliki dan nikmati adalah pemberian dari Tuhan dan bukan karena kehebatan kita.

Dan sebaliknya ayat di atas juga berkata ada satu hal yang boleh kita bermegah: bahwa kita mengenal Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, seharusnya iniliah yang menjadi kebanggaan utama kita. Mengenal dan berelasi dengan-Nya adalah anugerah terbesar yang Tuhan sudah berikan bagi kita, jauh lebih berharga dari segala hal yang kita miliki dan nikmati di dunia ini. Tuhan ingin kita bersaksi atas kasih setia, keadilan, dan kebenaran Tuhan. Akan sangat luar bisa jika kita bisa memakai media sosial kita untuk memberitakan hal ini.

Marilah kita introspeksi diri kita masing-masing.
Apakah yang menjadi hal yang paling kita banggakan dalam hidup kita? Sudahkah kita bijak dan bermotivasi yang benar dalam menggunakan media sosial?
Kiranya Tuhan memampukan kita untuk menjadi saksi-Nya yang setia dalam segala hal di hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

-Ko Dimas-

Renungan iGrow 20 Februari 2022 – Keangkuhan Haman

https://youtu.be/IKO_v4FjTt8

Minggu, 20 Februari 2022
KEANGKUHAN HAMAN
Bacaan Alkitab : Ester 3

Ayat Emas : Ester 3:5
Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman.

Kebanggaan seorang pemimpin adalah ketika orang di sekitar yang dipimpinnya mampu melakukan apa yang menjadi visi dan harapannya. Sedangkan bagi seorang penguasa, kebanggaan baginya adalah ketika ia mampu menaklukkan orang-orang di sekitar yang dikuasainya, sehingga mereka tidak memiliki daya untuk melawan.

Di dalam pasal ini dikisahkan munculnya seorang penguasa baru yang disayangi oleh raja, bernama Haman. Kedudukannya sangat tinggi melebihi pembesar yang lain. Sehingga sebagai penguasa ia begitu tinggi hati. Maka, hatinya yang sombong sangat tertusuk ketika ia menjumpai ada orang yang tidak mau sujud kepadanya. Lebih lagi, orang tersebut adalah seorang Yahudi yang merupakan musuh orang Amalek, negeri di mana Haman berasal.

Keinginan untuk dihormati tidak didapatkan saat Haman bertemu Mordekhai, sehingga ia begitu benci kepada Mordekhai. Sikap yang pada akhirnya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Pernahkah kita begitu sakit hati saat orang lain tidak menghormati kita? Mari menilik hati kita, bersedihlah saat orang tidak mampu menghormati Tuhan akibat perbuatan kita yang justru menyandung orang di sekitar. Tetaplah rendah hati!

Doa
Ajar kami Tuhan, untuk memiliki sikap kerendahan hati dan bukan kesombongan. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 20 Februari 2022 – Oleh: Ev. Andreas Christanday

Lihatlah Anak Domba Allah
Yohanes 1:29-34

Latar belakang tema dan text
Keluaran 29:38-42 dan Yohanes 1:29-34.

Analogi
Adam dan Hawa, dan alasan penolakan/ penerimaan korban Kain dan Habel.

Makna dibalik kata “Lihatlah!”
Keteladanan (Yohanes 1:27, 30) dan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang

Yesus (Lukas 7:28)
Tanda Pengkhotbah yang benar dan dampak positifnya
(Yohanes 4:41-42)

Mengapa teolog modern Karl Barth memasang lukisan Matthias Grunerwald.

Kesimpulan
1. Bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dinubuatkan dan Anak Allah.
2. Kita ini hanya suara dan penunjuk jalan saja seperti plang tapi bisa dipakai bersaksi.
3. Betapa hebatnya kita harus tetap rendah hati, menunjuk kepada Yesus bukan dirinya.
4. Membawa orang langsung bertemu Yesus akan membuat dia Kristen yang tangguh.
5. Bagi Kristen melihat Yesus mendapat keteguhan iman (Ibrani 12:1-2).

(Ev. Andreas Christanday)