Ayat Emas : Nehemia 3:1 Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel.
Tujuan yang sama mampu membuat semua orang ingin terlibat di dalam pembangunan tembok Yerusalem. Mulai dari para imam, bahkan imam besar Elyasib (ayat 1) sampai dengan Malkia, seorang tukang emas (ayat 31), juga para pedagang (ayat 32) bergotong royong melakukan proyek suci ini. Semua merasa terpanggil untuk mengambil bagiannya masing-masing. Para pemimpin memimpin bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga dengan kerja dan keringat. Rakyat termotivasi memberikan yang terbaik karena ada contoh dan teladan dari pemimpinnya.
Banyak pelayanan tidak bisa berjalan dengan baik, karena kita tidak mau bergotong royong menanggungnya. Kita lebih senang menjadi penonton dan pengritik daripada berjibaku menggarap pelayanan secara bersama-sama. Bahkan, tak jarang kita malah iri dengan apa yang dikerjakan oleh orang lain.
Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk berkontribusi di dalam pelayanan. Dengan kesadaran bahwa yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka dengan rendah hati kita menyediakan diri untuk melayani bersama.
Doa Tuhan, jangan biarkan kami menganggap bahwa panggilan melayani adalah untuk orang lain saja. Amin. (JeRu)
Mengundang segenap jemaat usia senior untuk bergabung dalam Ibadah Komisi Senior pada hari Senin, 14 Februari 2022 pukul 17.30 WIB di gereja. Tuhan memberkati.
Buah Roh Dalam Keluarga (Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera) Galatia 5:22-23
Dalam sebuah survey tentang pernikahan, didapatlah sebuah fakta yang mencengangkan bahwa tingkat rata-rata perceraian di pernikahan pertama adalah 35-40 %; sedangkan di pernikahan kedua adalah 60-70 %. Fakta pernikahan ini terjadi di Amerika. Melalui survey ini kita dapat mengatakan bahwa menjalani pernikahan dan keluarga adalah hal yang sulit. Dalam situasi ini banyak suami-istri atau keluarga Kristen TIDAK menyadari bekal apa yang TELAH mereka miliki untuk membangun dan mempertahankan pernikahan mereka.
Bekal yang TELAH mereka miliki adalah buah Roh. Sebagai catatan, perhatikan Alkitab menyebutnya sebagai “buah” dan BUKAN “buah-buah” Roh. Jadi tunggal, bukan jamak. Mengapa? Jawaban yang sederhana adalah karena yang mengerjakan adalah Satu Roh, yaitu Roh Kudus. Selain itu, Ia menghasilkan SATU buah dalam diri orang percaya, supaya kita yang menerima buah Roh tersebut tidak hanya bisa membawa dan menghidupi satu rasa dari sembilan rasa dari Buah Roh itu melainkan semuanya harus menjadi kodrat baru yang memenuhi semua kehidupan orang percaya.
Kali ini kita hanya akan membicarakan 3 hal atau rasa yang pertama dari Buah Roh.
Pertama, Kasih (Yunani: agape). Kasih Agape adalah kasih dengan segenap pikiran, alasan, dan kehendak. Kasih seperti ini adalah KASIH YANG SEKALIPUN: – kasihi tidak memedulikan apakah orang itu merasakan atau tidak merasakan kasih yang kita berikan; – sekalipun orang yang kita kasihi layak atau tidak layak, pantas atau tidak pantas kita kasihi. Kasih seperti inilah yang didemonstrasikan oleh Yesus Kristus di atas kayu salib. Kasih seperti ini adalah kasih yang tidak mementingkan diri sendiri.
Kedua, Sukacita (Yunani: chara). Chara adalah kegembiraan yang dari dalam; kesenangan yang mendalam. Chara adalah adalah keyakinan akan sesuatu yang menyulut hati yang ceria yang kemudian mewujud pada perilaku yang ceria. Kegembiraan dari Tuhan tidak sama dengan kesenangan dunia (yang kesenangan sementara, yang terganggu oleh ketidaklengkapan atau kekurangan, atau hal-hal yang tidak terpenuhi, atau yang hilang). Keadaan dapat berubah dan dapat mengganggu kegembiraan (sakit, kematian, kehilangan materi atau keuntungan).
Ketiga, Damai Sejahtera (Yunani: eirene) atau dalam Bahasa Ibrani adalah “shalom”. Eirene, artinya mengikat bersama, menyatukan, menenun bersama. Dengan kata lain, seseorang yang mengalami Eirene adalah seseorang yang terikat, terjalin, dan disatukan antara dirinya sendiri dan dengan Tuhan dan sesama. Shalom berarti mengalami kebaikan tertinggi atau juga menikmati/ memiliki kebaikan batin. Shalom juga bisa berarti menikmati kemakmuran spiritual yang membuatnya memiliki jiwa yang yang mekar dan berkembang. Dengan satu kata: Eirene atau Shalom adalah memiliki keutuhan hidup di dalam Tuhan.
Kasih, sukacita, damai sejahtera adalah apa yang sesungguhnya sudah kita dapatkan karena kita telah mengalami rekonsiliasi dengan Allah melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka berbagai rasa dari buah Roh ini telah ada. Inilah yang memungkinkan kita bisa membangun keluarga dan pernikahan yang kuat kokoh dan memuliakan Tuhan. Amin. (Jakson Rumagit).
Minggu, 6 Februari 2022 BERANIKAN KAMI YA TUHAN Bacaan Alkitab : Nehemia 2
Ayat Emas : Nehemia 2:4 Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit.
Menggerakkan orang-orang untuk melakukan hal yang besar membutuhkan keberanian yang besar dari seseorang yang mengajaknya. Nehemia melakukannya. Kerinduannya untuk membangun kembali tembok Yerusalem dimulai dengan langkah pertama yang tidak gampang yaitu menghadap raja Artahsasta. Jika salah sedikit saja, maka bukannya izin yang didapat tapi bisa jadi nyawanya sendiri yang segera akan melayang. Namun, resiko telah diperhitungkan dan sebuah tekad sudah diambil.
Ketika Nehemia tahu bahwa Allah semestalah yang telah memanggil dia, maka sebuah langkah harus ditetapkan. Ia mengerti bahwa Allahlah yang akan bekerja melalui siapa saja yang Ia berkenan memakainya, termasuk dirinya dan raja Artahsasta. Allah yang mencipta alam semesta ini adalah Allah yang mampu mengontrol dan mengendalikan semua yang ada di dalamnya, termasuk bilik hati seseorang.
Tak jarang kita ragu untuk mengambil sebuah langkah iman karena kita tidak cukup tekad untuk melakukan apa yang Tuhan sudah nyatakan kepada kita. Tekad adalah keyakinan bahwa Tuhan bisa memakai kita untuk mendemonstrasikan kuasa dan kedigdayaan-Nya. Tekad adalah keberanian untuk mengizinkan Tuhan memakai hidup kita.
Doa Ya Tuhan, beranikan kami untuk mengambil sebuah langkah iman terhadap sesuatu yang Tuhan ingin kami kerjakan. Amin. (JeRu)
Jemaat GKMI Gloria Patri yang dikasihi Tuhan, memperhatikan lonjakan penyebaran Covid 19 yang sangat tinggi maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kebaktian Umum tetap diadakan secara hybrid yaitu onsite dan online. Jemaat dipersilakan hadir beribadah secara onsite tanpa mendaftar terlebih dulu.
Walaupun demikian, untuk menghindari lonjakan penyebaran menjadi semakin tinggi dan demi kesehatan kita bersama, maka kami menghimbau agar jemaat yang berusia 60 tahun ke atas dan atau memiliki riwayat penyakit komorbid, sebaiknya mengikuti ibadah secara online di rumah masing-masing.
Selama beribadah di gereja, semua petugas dan jemaat harus tetap mengenakan masker. Sekali lagi, masker tidak boleh dilepaskan selama beribadah.
Jemaat yang bergejala demam atau flu atau batuk dan atau dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius dilarang untuk beribadah secara onsite.
Jemaat yang terpapar covid 19 dipersilakan menghubungi Satgas Covid GP atau kepada Hamba Tuhan serta Majelis Jemaat GKMI Gloria Patri. Kami menghimbau agar jemaat jangan menanggung sendiri kesulitan dan pergumulan yang dihadapi. Komunitas gereja adalah keluarga besar kita semua, yang siap untuk saling membantu dan memperhatikan satu sama lain. Satgas Covid yang bisa dihubungi antara lain: * Pnt. Ria Pujiastuti (Koordinator): 0896-8892-9559; dan * Bp. Herdyawan Yoga: 0811-273-587
Demikian yang bisa kami sampaikan. Tetap berdoa dan berharap kepada Tuhan. Jangan lupa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Sabtu, 5 Februari 2022 BERDOALAH Bacaan Alkitab : Nehemia 1
Ayat Emas : Nehemia 1:4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.
Sebuah berita yang besar tentu akan mengagetkan orang yang mendengarnya, entahkah berita sukacita atau dukacita. Demikian halnya dengan Nehemia. Ia mendengar kabar tentang kondisi kota Yerusalem dan temboknya, yang tinggal puing-puingnya saja. Kabar ini melahirkan sebuah respon yang luar biasa dari Nehemia. Tidak menunggu lama, ia segera berpuasa dan berdoa. Mencari Tuhan adalah tindakan pertama yang dilakukan, ketika jiwanya tergoncang dan hatinya berkabung.
Apa yang terlihat dari tindakan Nehemia (ayat 5-11) ialah ia mendemonstrasikan sebuah doa yang memiliki elemen-elemen yang seolah-olah menembus hati Allah, yaitu: 1) memuji Allah, 2) bersyukur, 3) mengaku dosa, 4) memohon, dan 5) komitmen untuk melakukan sesuatu.
Mungkin saja banyak doa kita yang rasa-rasanya selama ini tidak dijawab oleh Tuhan. Bisa jadi, ada elemen doa yang tidak kita kerjakan. Dengan menaikkan doa yang benar, maka kita yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa dihadapi karena yang mendengar doa kita adalah Allah yang Mahakuasa nan Mahakasih. Ia pasti bertindak.
Doa Ya Roh Kudus, bantulah dan ajarlah kami untuk berdoa seperti apa yang Tuhan mau, sehingga doa kami didengar dan dijawab oleh Tuhan. Amin. (JeRu)