Kebaktian Umum Minggu Adven III GKMI Gloria Patri – Oleh: Pdt. Yusuf Gunawan

Hati Simeon dan Hana
Lukas 2:25-38

Pada umumnya, tokoh Simeon dan Hana digambarkan sebagai keteladanan pribadi yang telah berusia tua dan sabar dalam penantian kedatangan Mesias, yakni masa penghiburan atau kelepasan bagi bangsa Israel.

Namun sesungguhnya ada satu hal yang amat penting untuk kita pahami dari pribadi Simeon dan Hana yang dapat mempertajam sudut pandang kita tentang Yesus dan yang juga akan menggugah kita menjadi penyembah-penyembah Yesus dengan lebih bergairah, yakni: Bagaimanakah mereka (Simeon dan Hana) bisa dengan yakin 100% mengenali bayi Yesus adalah pribadi Mesias? Mengapa mereka berdua dapat sedemikian spontan dan akurat menyatakan tentang Yesus sebagai penggenapan atas janji kedatangan Mesias dengan sempurna?

Mengapa mereka? Apakah karena hanya mereka berdua yang menantikan hari penghiburan atau kelepasan bagi Israel? Apakah karena Simeon adalah seorang yang benar (righteous) dan saleh (devout) serta mendapatkan jaminan dari Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum bertemu Mesias? Apakah karena Hana adalah seorang nabiah yang sudah tua dan tidak pernah
meninggalkan Bait Allah? Jika hal-hal ini menjadi persyaratannya, maka siapakah yang dapat hidup seperti mereka? Atau, siapakah diantara kita yang berani berkata bisa untuk meneladani pola hidup mereka, misalnya; ketuaan mereka, kesabaran mereka, kekuatan mereka sehingga dapat mengenali ke-Mesias-an Yesus?

Namun kita bersyukur bahwa Alkitab memberikan jawabannya! Simeon dan Hana sama seperti Petrus dapat menyingkapkan dengan akurat tentang keotentikan Yesus adalah Mesias hanya oleh karena Allah Bapa-lah yang mewahyukannya atau menyingkapkannya kepada mereka (Matius 16:17).

Sebab itulah mengapa setiap kita terpanggil agar senantiasa “dipenuhi oleh Roh Kudus”, yakni peka dengan pimpinan Roh Kudus (Efesus 5:18), dan menjadikan “tubuh” kita, yakni kehidupan kita dalam dunia ini, sebagai “persembahan yang hidup”, yakni kesaksian hidup tentang kehadiran Allah. Karena dengan demikian, kita baru bisa dimampukan untuk mengerti kebenaran dan kehendak Allah (Roma 12:1-2, Efesus 5:17-19), Sama seperti Rasul Paulus dapat dengan akurat menyatakan isi Injil oleh karena ia menerimanya semata-mata dari pewahyuan, yakni penyataan, dari Yesus Kristus secara pribadi (Galatia 1:12), demikian juga setiap orang dapat mengaku bahwa “Yesus adalah Tuhan” adalah hanya dimungkinkan oleh karena penyingkapan dari Roh Kudus (1 Korintus 12:3), yakni tentang pribadi dan karya Yesus dengan benar dan yang menggairahkan jiwa kita (2 Timotius 1:12, Yohanes 16:13).

Jadi, apabila kita mau berpola hidup sama seperti Simeon dan Hana yang “dipenuhi oleh Roh Kudus” dan mempersembahkan tubuh kita sebagai “persembahan yang hidup”, maka kita pun juga pasti digairahkan untuk hidup dalam “kesalehan” (kehidupan spiritual; ibadah dan pelayanan) yang produktif, yakni kesalehan hidup yang menghadirkan sukacita, damai sejahtera dan kasih dimanapun kita berada (Kolose 3:16-17).

Dan seperti halnya Simeon dan Hana, kita juga dapat menyatakan tanda atau karakter sebagai seorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus atau memiliki panggilan kenabian (Lukas 2:25,27, 36), apabila kita adalah seorang pribadi yang menghayati Firman Allah. Karena tatkala Firman Allah memenuhi hati kita, maka hati kita menjadi seperti “Bait Allah” dimana suara Roh Kudus akan lebih mudah terdengar dan memimpin kita, sehingga kita dimampukan untuk memiliki kepekaan roh untuk mengenali, memahami dan menyatakan kebenaran tentang Yesus dan kehendak-Nya (Lukas 2:29-32,38).

Demikian juga, seperti halnya Simeon dan Hana, kita juga dapat “menatang” (meninggikan, mengakui) Yesus dan “berbicara” (bersaksi) tentang Yesus, apabila kita tetap setia menjalankan panggilan kita masing-masing walau harus dalam kesendirian atau kesepian dalam kurun waktu yang tak menentu tanpa dikenal oleh banyak orang atau istilah kekiniannya hanya mendapat sedikit “likes” atau “follower” bahkan nihil dari para “netizen” (sesama jemaat, rekan pelayanan atau keluarga). (Pdt. Yusuf Gunawan)

~ Soli Deo Gloria ~

Renungan iGrow 12 Desember 2021 – Raksasa Kekhawatiran

Minggu, 12 Desember 2021
RAKSASA KEKHAWATIRAN
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 20

Ayat Emas : 1 Tawarikh 20:8
“Orang-orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.”

Keberhasilan Daud dalam peperangan demi peperangan yang dilakukannya tidak terlepas dari campur tangan Allah. Termasuk peperangan melawan keturunan orang raksasa di Gat telah berhasil dimenangkan oleh Daud.

Istilah raksasa bisa juga diartikan sebagai sesuatu yang sangat besar dan menakutkan. Dalam kehidupan terkadang kita harus berjumpa dengan “raksasa” yang sangat menekan kita, dan kekhawatiran adalah salah satunya. Dalam sebuah artikel, kekhawatiran digambarkan seperti suatu kabut yang sangat tebal bahkan sampai menutupi delapan blok sebuah kota dengan ketebalan sekitar 30 meter, ternyata itu hanyalah terbentuk dari kurang lebih satu gelas air yang kemudian memisahkan diri menjadi 60 juta butiran air.

Kekhawatiran bisa menjadi sebuah raksasa dalam kehidupan jika kita membiarkan diri dikuasai oleh situasi yang akhirnya membuat kita tidak lagi menaruh percaya kepada Tuhan. Kalahkan raksasa kekhawatiranmu dengan percaya sepenuhnya kepada firman Tuhan dan bersandarlah penuh kepada-Nya.

Doa
Bapa, ampunilah kami karena seringkali lupa bahwa Engkau sanggup melakukan perkara-perkara yang besar dalam hidup kami. (HMD).

Alkitab Audio

Renungan iGrow 11 Desember 2021 – Negative Thinking

Sabtu, 11 Desember 2021
NEGATIVE THINKING
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 19

Ayat Emas : 1 Tawarikh 19:3a
Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita?

Sebelumnya Daud bersahabat erat dengan Nahas, raja Amon. Kini setelah raja Nahas meninggal, maka Daud ingin melanjutkan relasi baik ini dengan Hanun, anaknya. Para pegawai Daud diutus untuk menyampaikan pesan turut berdukacita atas kematian ayah Hanun, ke negeri bani Amon. Tetapi, pemuka-pemuka bani Amon negative thinking kepada utusan Daud tersebut. Hanun menangkap pegawai-pegawai Daud, lalu mencukur dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pangkal paha mereka. Dalam keadaan seperti ini kemudian dilepasnya mereka pulang ke Israel (ayat 4). Tindakan ini adalah penghinaan yang memalukan. Perbuatan mereka membuat Daud marah kemudian dengan mengandalkan Yoab berperang dan mengalahkan Amon.

Kisah ini mengajarkan dua hal. Pertama, berhati-hatilah mendengar dan menerima nasihat dari orang lain. Kedua, janganlah kita cepat berprasangka negatif terhadap niat baik dari orang lain. Ingatlah yang dikatakan Paulus, “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8).

Doa
Tuhan, mampukan kami untuk selalu mengisi pikiran seturut firman-Mu, supaya perilaku kami bisa menjadi berkat. Amin. (RM)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 10 Desember 2021 – Adil dan Benar

Jumat, 10 Desember 2021
ADIL DAN BENAR
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 18

Ayat Emas : 1 Tawarikh 18:14
“Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.”

Berbagai kemenangan Daud dalam peperangan sudah jelas bukan karena usahanya sendiri, tetapi selalu ada campur tangan Tuhan di dalam setiap peristiwa yang terjadi. Saat Daud menerima ucapan hormat dan selamat dari seorang raja Hamat karena berhasil mengalahkan musuhnya, yaitu Hadadezer, Daud tetap tenang, rendah hati dan bijak. Sikap ini dengan jelas digambarkan dalam ayat 11, yaitu di mana Daud menyerahkan secara khusus seluruh hadiah dari raja Hamat beserta hasil jarahannya dari segala bangsa kepada Tuhan.

Dengan kerendahan hatinya, sekalipun meraih banyak kemenangan, Daud tidak mengabaikan keadilan dan kebenaran di dalam menegakkan pemerintahannya (ayat 14). Keadilan dan kebenaran yang ditegakkan adalah melingkupi seluruh bangsa Israel. Artinya ia tidak memandang bulu.

Kita sebagai anak Tuhan, entah kita seorang pemimpin atau seorang yang dipimpin, mari belajar menjadi pribadi yang senantiasa menegakkan keadilan dan kebenaran. Tetap memegang nilai keadilan dan kebenaran di manapun Tuhan tempatkan, akan menjadi modal yang baik untuk kita dipakai Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya.

Doa
Terima kasih untuk setiap penyertaan-Mu, dan tolong mampukan kami ya Tuhan untuk menjadi pribadi bijak dan bajik. Amin. (uni)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 2 Desember 2021 – Akhir Hidup

Kamis, 2 Desember 2021
AKHIR HIDUP
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 10

Ayat Emas : 1 Tawarikh 10:13
“Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah.”

Kematian itu misteri. Waktunya tidak bisa ditentukan seperti orang mengadakan pesta ulang tahun atau pernikahan. Saat kedatangan kematian tidak selalu melalui sakit. Tidak selalu bersyarat usia tua. Dia bisa datang kepada siapa saja. Yang sehat, yang muda, yang kaya, yang sedang populer, semua bisa dihampiri kematian kapan saja!

Bacaan kita hari ini adalah sebuah kisah yang sangat tragis. Tapi sekaligus ekspresi riil dari keadilan Allah. Saul yang adalah pemimpin pertama Israel setelah negara ini berbentuk kerajaan, yang awal mulanya diurapi Tuhan ternyata di akhir hidupnya mengalami anti klimaks. Dengan jelas Firman Tuhan menyatakan bahwa Saul mati, karena: (1) perbuatannya yang tidak setia kepada Tuhan; (2) tidak berpegang kepada Firman Tuhan; dan (3) bukan meminta petunjuk kepada Tuhan malah kepada arwah.

Bagaimana kita saat ini? Siapapun kita tak bisa bermain-main dengan dosa. Jangan kena tipu muslihat si Jahat, “Bertobat nanti saja…”. Jangan tersesat, kematian bisa terjadi sewaktu-waktu dan tidak dapat diduga. Kepada siapa saja dan di mana saja. Termasuk kita. Dan bila kematian telah datang, kesempatan baik itu telah hilang.

Doa
Oh Tuhan Yesus, berilah hikmat-Mu, supaya kami bisa belajar dari kisah Saul ini. Amin. (sb)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 1 Desember 2021 – Menjaga Rumah Allah

Rabu, 1 Desember 2021
MENJAGA RUMAH ALLAH
Bacaan Alkitab : 1 Tawarikh 9

Ayat Emas : 1 Tawarikh 9:23
“Mereka dan anak-anak mereka bertugas menjaga pintu-pintu gerbang rumah TUHAN, yakni Bait Kemah itu.”

Teks ini berparalel dengan Nehemia 11, yang menguraikan daftar kepala keluarga Israel, yang kembali dari pembuangan di Babel. Menarik di sini adalah di ayat 23-32 yang merinci tentang tugas-tugas di Bait Allah. Rumah Tuhan dijaga, ditata, dirawat sehingga bisa melakukan acara-acara ibadah dengan baik.

Bukankah tubuh kita ini adalah Bait Allah? (1 Kor. 3:16). Sebelum kita menjadi milik Tuhan Yesus, diri kita yang masih dalam kegelapan bagai orang yang dalam pembuangan Babel masa lalu. Tak bisa merdeka! Masih dikuasai oleh rupa-rupa hawa nafsu dan kuasa si Jahat. Tapi puji syukur kepada Tuhan Yesus, karena kasih dan anugerah-Nya kita sekarang telah masuk dalam terang-Nya yang ajaib. Bila dulu kita berada dalam masa pembuangan, saat ini kita telah dikembalikan ke dalam rencana Allah yang mulia.

Seperti kisah bangsa Israel yang kita baca hari ini, kiranya “Bait Allah” itu terus kita jaga dengan hati yang takut kepada Tuhan. Bait Allah itu adalah tubuh kita, sehingga pesan rasul Paulus kepada kita, “Supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1), terwujud dalam kehidupan kita.

Doa
Ya Tuhan, teruslah tinggal di dalam kami. Jadikan dan layakkan kami menjadi Bait Kudus-Mu. Amin. (sb)

Alkitab Audio