Renungan iGrow 12 Juni 2022 – Jiwa yang Haus

https://youtu.be/-MFnEU0_Sk4

Minggu, 12 Juni 2022
JIWA YANG HAUS
Bacaan Alkitab: Mazmur 63

Ayat Emas: Mazmur 63:2
Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.

Seorang filsuf dan ahli matematika dari Prancis bernama Blaise Pascal pernah berujar, “terdapat suatu kekosongan yang diciptakan oleh Allah di dalam hati setiap orang. Dan kekosongan ini hanya bisa diisi oleh Allah sendiri.” Perkataan ini adalah benar dalam dua hal. Pertama, hanya kalau Allah tinggal dalam hati manusia maka manusia itu mengalami kepuasan. Kedua, terpisah dari Tuhan akan membuat manusia kering dan mati.

Daud mengalami hal ini. Dari tempat yang jauh dari kerajaannya, ia berkata, “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair” (ayat 2). Jauh dari rumahnya, ia merasa hati dan jiwanya kosong. Namun, ia kemudian sadar bahwa hanya Tuhanlah yang sanggup memenuhi kekosongan hatinya. Kerinduannya akan rumah menjadi sebuah kerinduan suci akan Tuhannya.

Hati dan jiwa kita tak bisa tidak harus selalu memiliki kerinduan yang suci, yaitu merindukan Tuhan. Biarlah jiwa kita dipuaskan oleh Allah dengan kasih-Nya yang menyegarkan, menghibur, menguatkan dan menghidupkan.

Doa
Puaskanlah ya Tuhan, jiwa kami yang kering dan haus akan Engkau dan kasih-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Youth Shine Saturday Service – God Bless Me

Hai” Youth Shine GKMI Gloria Patri 🤩

Happy Saturyayyy!!!
We hope you guys stay healthy and doing everything very well.

Shiners, hari ini jam 18.00 WIB kita akan persekutuan bersama dengan tema yang SANGAT MENARIK di Aula gereja kita tercinta. Penasaran kan? Soo, KUY kita persekutuan

Buat teman” yang berhalangan hadir, kalian juga bisa kok untuk tetap mengikuti ibadah hari ini melalui ZOOM.

LINK ZOOM
gkmigloriapatri.com/youth-shine

Pastikan diri kalian untuk hadir dalam persekutuan hari ini yaa! Ajak juga teman dan sahabat kalian agar kita dapat bersama-sama belajar dan bertumbuh di dalam Kristus.

GOD BLESS YOU

Renungan iGrow 11 Juni 2022 – Percayalah Kepada-Nya Setiap Waktu

https://youtu.be/JTMqi2myr3A

Sabtu, 11 Juni 2022
PERCAYALAH KEPADA-NYA SETIAP WAKTU
Bacaan Alkitab: Mazmur 62

Ayat Emas: Mazmur 62:2
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Pemazmur memulai mazmurnya ini dengan mengatakan, “Hanya dekat Allah saja aku tenang” (ayat 2). Dan frasa yang hampir sama diulangnya pada ayat 6. Alasannya dua. Karena dari Tuhanlah keselamatan dan harapannya. Sebagai seorang prajurit dan pemimpin perang, maka dua hal ini adalah sangat penting: punya pengharapan dan tetap selamat kembali dari medan laga. Sebagai seorang pelarian yang diburu oleh lawannya, dua hal ini juga yang diinginkan Daud: tidak kehilangan asa dan tetap hidup. Hidup sejati adalah tetap memiliki pengharapan dan keselamatan.

Hidup kita saat ini tidak lebih mudah dari apa yang dihadapi Daud. Medan perangnya memang beda, tapi hakikatnya sama saja. Kita berperang dengan kesulitan dan keadaan yang terus menerus menghimpit dan menekan kita. Kondisi ekonomi yang sukar, relasi yang buruk dengan orang lain, dan penyakit yang mendera adalah pertempuran kita yang tak jarang membawa kita kepada situasi di antara hidup dan mati. Kita ragu dan kehilangan pengharapan. Kita hidup namun sesungguhnya kita mati.

Seperti cara Daud, dekat kepada Allah adalah cara terbaik untuk mendapatkan ketenangan, pengharapan dan keselamatan. Allah merupakan tempat yang tepat untuk kita mencari pertolongan. Dengarlah Daud berkata, “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita” (ayat 9).

Doa
Engkau layak dipercaya ya Tuhan. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 11 Juni 2022

Renungan, 11 Juni 2022

Matius 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Tahukah adik-adik, kesombongan membuat seseorang bisa jatuh. Adik-adik jangan karena apa yang kita miliki sekarang, kita menjadi orang yang sombong dan meremehkan orang lain. Sebab barangsiapa sombong, dia sedang mencelakai dirinya sendiri.

Marilah kita belajar rendah hati, yang selalu ingat bahwa kesuksesan, kepandaian, dan keberhasilan kita itu berasal dari Tuhan.
Jika ada seseorang yang memuji kita, katakanlah saja bahwa itu semua karena kebaikan dan anugerah Tuhan di hidup kita.

Have a blessed day
God bless you 😇

– Ci Amel 🤍-

Renungan iGrow 10 Juni 2022 – Mengawasi dari Tempat Tinggi

https://youtu.be/4gqDF90TDlo

Jumat, 10 Juni 2022
MENGAWASI DARI TEMPAT TINGGI
Bacaan Alkitab: Mazmur 61

Ayat Emas: Mazmur 61:3-4
Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.

Semua manusia pasti pernah merasa sendiri. Di saat seperti itu kita mendapati bahwa tidak ada orang yang bisa memerhatikan dan memedulikan kita. Terlebih lagi, waktu itu kita sedang dalam keadaan yang sulit dan membutuhkan pertolongan.

Sebagai raja, Daud juga mengalami hal tersebut. Mazmur ini ditulis ketika Daud jauh dari rumah dan kerajaan-Nya. Kemungkinan, pada waktu itu dia sedang diburu oleh Absalom, anaknya. Hatinya sepi. Nyawanya terancam. Dan dalam keadaan seperti ini, Daud berseru, “Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu” (ayat 3).

Bersyukur, Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak dibatasi wilayah. Ia ada di mana saja di saat bersamaan. Dia ada di padang gurun, dan di saat yang sama Ia ada di dalam kerajaan. Tuhan mengawasi Daud, seolah Dia berada di atas gunung batu yang tinggi atau menara yang kuat. Pandangan-Nya tidak lepas kepada Daud.

Sama seperti Daud, jika saat ini kita sedang merasa seorang diri dan tidak ada orang yang memedulikan keselamatan dan kelangsungan hidup kita, percayalah: Ia mengawasi kita dari tempat yang tinggi. Ia peduli akan hidup kita. Naungan sayap-Nya cukup bagi kita untuk datang berlindung dan mendapatkan pertolongan.

Doa
Kami akan selalu percaya bahwa Engkau, Tuhan, tidak akan pernah meninggalkan kami barang sedetik pun. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 10 Juni 2022

Renungan 10 Juni 2022

Matius 5:13a
“Kamu adalah garam dunia.”

Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan.

Anak-anak pasti pernah mencicipi garam ya??
Bagaimanakah rasanya? Garam sangat dibutuhkan untuk memasak makanan apapun.
Jika tidak ada garam, masakan akan terasa hambar..
Kalau masakan hambar siapa yang mau menikmatinya? 
Bahkan kegunaan Garam sangat beragam..
Baik untuk kesehatan dan kecantikan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, artinya kita seharusnya memberi “rasa” pada dunia..
Orang lain dapat mencicipi “rasa” kita dari perbuatan dan perkataan kita setiap hari..
Lalu..bagaimana hidup kita selama ini?
Sudahkah kita menjadi ‘garam’ yang menyenangkan hati Tuhan?
Berdoalah dan mintalah agar Tuhan memampukan kita menjadi ‘garam’ di tempat kita berada..

Jesus ❤ you all..

🍁Tante Niniek🍁

Renungan iGrow 9 Juni 2022 – Pecundang VS Pemenang

https://youtu.be/EsBy3cnIpAE

Kamis, 9 Juni 2022
PECUNDANG VS PEMENANG
Bacaan Alkitab: Mazmur 60

Ayat Emas: Mazmur 60:14
Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ada dua jenis orang dilihat dari bagaimana mereka menanggapi ketika hari-harinya diterpa persoalan hidup.

● Pecundang
Seorang pecundang memilih untuk lari atau bersembunyi. Menghadapi masalah adalah kalimat paling menakutkan bagi seorang pecundang. Bahkan sebelum ia berpikir atau mencoba satu saja jalan keluar yang memungkinkan, ia sudah pergi, lari dari kenyataan. Ciri lain pecundang adalah melempar kesalahan kepada orang lain dan menyalahkan keadaan. Pecundang tidak pernah tahu masalahnya besar atau kecil, kekuatannya sanggup atau tidak sanggup, ia hanya memilih hidup menjadi pengecut dan rela kehilangan kemenangan.

● Pemenang
Seorang pemenang tidak selalu menang. Kadang sekalipun ia berjuang untuk keluar dari persoalan hidupnya, ia masih saja harus bertahan di sana tanpa jalan keluar. Tapi yang membuat ia disebut pemenang karena ia tidak pernah sembunyi, pantang berhenti atau menyerah dan terus mencari cara melakukan yang terbaik untuk mengurai masalahnya. Kuncinya satu, ia tahu dirinya tidak sempurna, tapi Allah adalah Allah yang sanggup dan gagah perkasa.

Doa
Tuhan, jadikan kami lebih dari seorang pemenang. Amin. (Enji)

Alkitab Audio