Renungan iGrow 5 November 2022 – Keselamatan bagi yang Setia

https://youtu.be/uyGkBr0qSR8

Sabtu, 5 November 2022
KESELAMATAN BAGI YANG SETIA
Bacaan Alkitab: Yesaya 8

Ayat Emas: Yesaya 8:12
Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya.

Penglihatan tentang jatuh dan hancurnya umat Tuhan di tangan bangsa Asyur disampaikan oleh Yesaya kepada mereka. Kekuatan besar Asyur yang digambarkan seperti aliran air meluap akan menghancurkan si tegar tengkuk.

Namun, di tengah gelombang kehancuran yang akan menimpa, tak serta merta Allah meninggalkan umat-Nya. Pertolongan dan perlindungan dari Tuhan masih ditawarkan bagi yang tetap takut kepada-Nya dan tak gentar kepada manusia. Sekali lagi, kita melihat bagaimana Allah yang limpah dengan hikmat dan kuasa di dalam peristiwa ini. Ia tak memukul semua manusia, namun tetap mengarahkan pandangan kepada orang-orang yang takut dan mengakui-Nya.

Sahabat, kunci keberhasilan sudah ditawarkan kepada kita. Tinggallah sekarang hati kita yang memilih, mau takut kepada-Nya atau kepada manusia, bermufakat dengan manusia untuk melawan Allah atau bersekutu dengan Dia. Ambillah pilihan yang tepat, takutlah dan akui Allah di tiap langkahmu. Dialah tempat kudus bagi anak-anak yang mengasihi dan takut kepada-Nya. Dan keselamatan pasti menjadi bagian kita.

Doa
Berilah kami hati yang bijaksana ya Tuhan, yang mampu memilih-Mu untuk kami taati. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 5 November 2022

Devotion, 5 November 2022

Ibrani 13:16
Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Selamat pagi adik-adik πŸ™‹
Kenapa sebagai anak anak Tuhan kita harus belajar untuk memberi?
Ketika kamu mengasihi Tuhan kamu akan menuruti perintah-Nya. Dan memberi adalah salah satu contoh perbuatan mengasihi Allah ❀️.

Kalau kita berpikir, aku memberi saat nanti kalau sudah berkelimpahan saja, maka kenyataannya jika seseorang tidak bisa memberi saat tidak berkelimpahan pasti pada waktu berkelimpahan dia akan merasa berat untuk memberi dan berbagi pada orang lain 😟.
Sesungguhnya memberi itu bukan hanya saat kita dalam kelimpahan. Namun dalam keadaan biasa saja pun kita harus belajar memberi dan berbagi yang kita punya pada yang lebih membutuhkan.

Kisah persembahan seorang janda miskin yang dipuji oleh Yesus sangat inspiratif. Yesus memuji janda miskin bukan karena banyaknya jumlah yang dia berikan, melainkan karena kerelaan dan ketulusannya saat memberi. Mari kita belajar memberi dengan penuh kerelaan dan ketulusan hati ya…

Tuhan Yesus memberkati πŸ˜‡

-Ci Amel-

Renungan iGrow 4 November 2022 – Tenang dan Percaya

https://youtu.be/K2RuQf_vNVU

Jumat, 4 November 2022
TENANG DAN PERCAYA
Bacaan Alkitab: Yesaya 7

Ayat Emas: Yesaya 7: 4
Dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya.

Tidak ada manusia kebal dari perasaan takut. Terlebih ketika dalam pergumulan berat, perasaan ini sering muncul. Perasaan takut akan semakin berat ketika pikiran tidak bisa tenang dan berandai–andai tentang sesuatu yang belum tentu terjadi. Perasaan takut yang berlebihan seperti mati saat masih hidup. Hidup seolah hilang pengharapan.

Saat Ahas dalam ketakutan karena ancaman dari raja Aram yang akan menyerang, datanglah firman Tuhan padanya. Petunjuk Tuhan dalam mengatasi ketakutan adalah meneguhkan hati dan tetap tenang. Lebih lanjut Tuhan berfirman, bahwa apa yang mereka takutkan tidak akan terjadi saat hati dan pikiran fokus menyerahkan masalah tersebut pada Tuhan (ayat 7).

Takut itu wajar, tetapi ketika kita tidak bisa lepas dari ketakutan, kita tidak bisa menyelesaikan misi kita di dunia. Ingat cerita Elia? Setelah menyingkirkan 450 nabi Baal, Elia diancam oleh Isebel. Hampir saja misi Elia kandas karena ketakutan dan melarikan diri. Hidup dan misi Tuhan harus terus kita lanjutkan. Teguhkan hati dan tetap tenang agar bisa beriman teguh pada janji Tuhan.

Doa
Tuhan beri kami ketenangan, supaya kami bisa melihat kedahsyatan-Mu. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 4 November 2022

Devotion, 4 November 2022

Yesaya 43:4a
“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…”

Morniiing..anak-anak GP Kids🌞
Kalian sedang bersiap-siap berangkat ke sekolah ya?
Sudah mandi?
Sudah berdandan?
Tentunya kalian membutuhkan sebuah cermin?
Apakah yang kalian perhatikan saat bercermin?
Apakah kalian menyukai wajah dan tubuh yang terlihat di cermin?

Bacalah dan renungkanlah Firman Tuhan hari ini..
Kalian semua adalah ciptaan Tuhan yang sangat istimewa dan berharga.
Sehingga Tuhan memberikan Anak-Nya yang tunggal dan berharga ke dunia sebagai manusia dan mati di kayu salib demi menebus kalian.
Jadi ingatlah dan bersyukurlah setiap kali kalian berdiri di depan cermin..

Kadang-kadang kalian akan bertemu orang lain yang berkata buruk tentang dirimu..
Kadang-kadang kalian juga bertemu orang lain yang memuji dan menyemangati dirimu..
Pilihlah dan ingatlah hanya kata-kata yang baik dan berguna untukmu ya..
Katakanlah:
Aku berharga dan mulia..
Dan Tuhan sangat mengasihiku..

Have a joyful Friday..πŸ˜€
Jesus bless & πŸ’– you all..

πŸ‚ Tante Niniek πŸ‚

Renungan iGrow 3 November 2022 – Mulut yang Bertobat

https://youtu.be/yj3Mh8MMrCA

Kamis, 3 November 2022
MULUT YANG BERTOBAT
Bacaan Alkitab: Yesaya 6

Ayat Emas: Yesaya 6:8
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? ” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Yesaya adalah seorang nabi yang diberi kesempatan oleh Tuhan menjadi pembawa kabar tentang keselamatan untuk bangsa pilihan-Nya. Seorang nabi yang diingat pelayanannya. Namun perlu diingat sebelum mulutnya dipakai sebagai penyambung lidah Allah, dia juga adalah seorang yang najis bibir seperti orang sebangsanya. Lantas mengapa Yesaya bisa dipakai Tuhan sebagai alat-Nya?

Perjumpaan dengan Tuhan dan kemuliaan-Nya menyadarkan Yesaya bahwa dirinya adalah manusia berdosa dengan bibirnya. Nyanyian malaikat mengatakan β€œKudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (ayat 3). Hatinya gentar. Yesaya sadar tanpa kekudusan manusia binasa di hadapan Allah.

Sadar akan kenajisannya dia meminta Tuhan menguduskan bibirnya dengan bara api Tuhan. Tuhan menyucikan dan menghapuskan dosanya (ayat 7). Dampaknya, Yesaya tidak lagi dihantui dosanya, kemulian Allah telah memesona hatinya, dia fokus pada kehendak Tuhan. Hal inilah yang membuat dia memutuskan untuk siap dipakai oleh Tuhan menjadi alat-Nya. Apakah kita siap dipakai Allah menjadi penyambung lidah-Nya?

Doa
Tanpa sadar kami sering kurang bijak berucap, tahirkan kami Tuhan supaya bisa menjadi duta-Mu di dunia. Amin. (Win)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 3 November 2022

Devotion, 3 November 2022

Matius 13:23
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.πŸ“

Halo adik-adik..
Masih ingatkah kalian dengan lagu Sekolah Minggu tentang benih 🌱 yang ditabur di berbagai jenis tanah? Ada yang ditabur di semak berduri tetapi benih itu menjadi menjadi kering dan layu. Lalu ada benih yang ditabur di tanah bebatuan, ketika terkena matahari benih itu tumbuh, tetapi tidak lama kemudian menjadi mati karena terhimpit banyak bebatuan. Lalu ada yang ditabur di tanah yang subur dan benih itu setiap hari mengalami pertumbuhan 🌳 dan berbuah semakin lebat. πŸ“πŸ“πŸ“

Nahh adik-adik benih itu ibarat firman Tuhan dan tanah ibarat hati kita. Ketika adik-adik mendengar firman Tuhan, tetapi tidak pernah diingat-ingat di dalam hati dan tidak pernah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, pasti adik-adik akan lupa & berlalu begitu saja. Tetapi sebaliknya, ketika adik-adik mendengar firman, lalu dingat-ingat di dalam hati & dilakukan di kehidupan sehari-hari maka semakin hari adik-adik akan semakin bertumbuh dalam iman & semakin dalam pengenalan akan Tuhan ❀️

Nahh setiap pagi ketika adik-adik membaca Alkitab & renungan, diingat-ingat ya ayat-ayatnya dan dilakukan dalam hidup sehari-hari yaa adik-adik..

Selamat beraktivitas yaa πŸ€—

Tuhan Yesus memberkati adik-adik πŸ˜‡

🌻Cik Ria🌻

Renungan iGrow 2 November 2022 – Tak Sesuai Harapan

https://youtu.be/JlLmG23HKMI

Rabu, 2 November 2022
TAK SESUAI HARAPAN
Bacaan Alkitab: Yesaya 5

Ayat Emas: Yesaya 5:2
Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.

Ada banyak faktor yang memengaruhi hasil panen sebuah kebun anggur. Dimulai dari proses mengolah tanah, pemilihan bibit yang baik, hingga cara memperlakukan kebun tersebut secara khusus. Semua harus dikerjakan dengan baik, termasuk juga dalam menjaga dari serangan hama yang bisa merusak tanamannya.

Kebun anggur dipakai Yesaya untuk menggambarkan umat Allah di dalam tulisannya. Allah sebagai pemilik umat memperlakukan bangsa pilihan-Nya dengan khusus. Ia melindungi, memberkati dan merawat bangsa ini dengan baik. Namun, ternyata hasil yang didapat dari bangsa ini bukanlah hasil yang manis, tapi justru sesuatu yang asam meski segala upaya terbaik telah Allah kerjakan. Penyebabnya jelas sekali, karena bangsa ini membangkang terhadap Allah Sang Pemilik mereka.

Jika kita masih jumpai hasil yang asam di dalam hidup kita. Mari bertanya, sudahkah saya taat sepenuhnya kepada Allah Sang Pemilik dan Pemelihara hidupku? Semoga di hari depan kita bisa menjadi pohon anggur yang menghasilkan buah manis.

Doa
Ya Tuhan, ajarlah kami seturut penuh pada-Mu, Sang Perawat kami. Amin. (hyk)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 2 November 2022

Devotion, 2 November 2022

Keluaran 2:23-25
Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.
Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

Karena pandemi, hari-hari ini kita mudah melihat orang-orang yang mengeluh dan meratap. Ada yang gajinya dipotong, kewalahan karena tugas sekolah yang sangat banyak, tak bisa hangout dengan teman atau keluarga, atau bahkan ada pula yang meratap karena ditinggal selama-lamanya oleh orang-orang terkasih. Kak Yafet yakin, kita pun punya keluhannya sendiri-sendiri.

Di tengah beragam keluhan itu, kakak teringat dengan pergumulan bangsa Israel di dalam Keluaran 2:23-25πŸ‘†πŸ» Penggalan firman Tuhan itu menceritakan keadaan ketika bangsa Israel hidup dalam perbudakan bangsa Mesir. Mereka ditindas dengan cara melakukan kerja paksa. Bayi laki-laki dan perempuan Israel terancam dibunuh dan dilemparkan ke sungai Nil. Penderitaan ini membuat bangsa Israel mengerang dan berteriak pada Allah. Allah mendengar seruan Israel. Allah mengingat kovenan yang dibuat-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. β€˜Mengingat’ di sini bukan berarti Allah hanya mengenang, tapi Allah sungguh bertindak. Allah mengutus Musa sebagai pemimpin yang kelak membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan.

Kisah pertolongan Allah atas Israel mengingatkan kita bahwa Allah sejatinya tidak mengabaikan ratapan umat-Nya. Namun, ratapan seperti apakah yang seharusnya kita lakukan ketika kita menghadapi penindasan atau penderitaan?
N.T Wright, seorang hamba Tuhan pernah mengatakan, bahwa ratapan adalah momen ketika kita mengakui dengan jujur bahwa kita sama sekali tidak mengetahui alasan di balik suatu kejadian ataupun hasil akhirnya.

Sebagaimana Allah menjawab seruan Israel dan juga orang-orang pilihan-Nya, sejatinya ratapan kita pun tak diabaikan-Nya.
Kita dapat membawa seluruh kegelisahan yang kita alami, keraguan yang kita miliki, kesakitan yang kita rasakan ke hadapan Allah tanpa perlu menyembunyikan apa pun.

Kak Yafet tidak tahu apa yang menjadi pergumulan masing-masing kita, tetapi saat ini kakak ingin mengajak kita semua agar dalam masa-masa sulit sekalipun, kita membuka hati untuk menyampaikan ratapan kita dan berfokus kepada Allah saja. Amin.

Tuhan Yesus memberkati πŸ˜‡

-Kak Yafet-