Morning Devotion GP Kids – 6 Juli 2022

Renungan, 6 Juli 2022

Roma 2:21
Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: “Jangan mencuri,” mengapa engkau sendiri mencuri?

👦🏻 “Teman-teman kita ambil buah mangga itu yuk, buahnya besar, sepertinya sangat segar dan manis,” seru Vani.

👧🏼 “Jangan, buah itu kan bukan milik kita, kata orang tua kita mengambil milik orang lain tanpa izin itu sama dengan mencuri,” jawab Joy.

🧒🏽 “Halah, cuma sedikit saja, yang punya pasti juga tidak akan marah,” seru Hery.

👧🏼 “Aku tidak mau, intinya itu adalah mencuri! Aku mau pulang saja meski sendiri!” jawab Joy tegas.

Adik-adik,
Dalam kehidupan kita, kita pernah menjumpai dan mengalami ada teman-teman yang berbuat tidak benar. Terkadang mereka juga mempengaruhi kita supaya kita ikuti ajakan mereka.

Adik-adik,
Melalui ayat hari ini, kita diajak agar kita harus berani menolak ajakan siapapun untuk melakukan sesuatu yang tidak benar.
Meskipun pasti ada risikonya jika kita menolak ajakan teman yang tidak benar. Bisa saja kita didiamkan/dicuekin teman kita. Bisa saja kita dicurangi/dijahati teman kita. Bisa juga kita dijauhi/dimusuhi teman kita. Dan berbagai risiko lainnya.
Namun sebagai anak-anak TUHAN YESUS, kita harus beriman teguh kokoh kuat.

Ingatlah adik-adik, TUHAN kita TUHAN YESUS KRISTUS sangat kaya. TUHAN kita Pencipta dan Pemilik semua yang ada di bumi ini.
Jadi adik-adik, buat apa kita mencuri dan melakukan tidak benar jika kita adalah anak-anak TUHAN YESUS KRISTUS.

-Cik Joice-

Renungan iGrow 5 Juli 2022 – Kuangkat Jiwaku dalam Doa

https://youtu.be/CtAF0fuKMHc

Selasa, 5 Juli 2022
KUANGKAT JIWAKU DALAM DOA
Bacaan Alkitab: Mazmur 86

Ayat Emas: Mazmur 86:4
Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

Doa menjadi sangat lazim bagi kita orang percaya. Saking terlalu biasa maka doa kita pun menjadi sangat mekanik. Tanpa disuruh, begitu duduk di sekitar meja yang di atasnya tersaji makanan, maka spontan mata kita ditutup dan tangan kita dilipat, dan mulailah kita berdoa, entahkah bersuara keras atau dengan suara hati. Nah, bisa jadi, saat ini doa yang akhir-akhir ini kita naikkan telah menjadi sangat biasa dan kehilangan nyawanya.

Pemazmur dalam doanya tetap menjaga apinya dalam berdoa, sehingga tidak sekadar aktivitas yang mekanik. Dia jauh dari kata jenuh. Mengapa? Inilah yang menjadi rahasianya, “Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku” (ayat 4). Daud mengangkat jiwanya kepada Tuhan. Dan akibatnya, Tuhan membuatnya tetap bersukacita di dalam doa.

Mari kita cek diri kita di hadapan Tuhan dalam hal disiplin doa kita. Apakah kita sedang jenuh dan merasa berat untuk berdoa? Apakah kehidupan doa dan kerohanian kita kering dan tidak bergairah? Bisa jadi, jiwa kita tidak pernah terarah dan terangkat kepada-Nya. Kalau demikian, berdoalah seperti Daud, “Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.”

Doa
Tuhan, tolonglah agar jiwa kami selalu terhubung kepada-Mu. Buatlah jiwa kami selalu bersukacita. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 5 Juli 2022

Renungan, 5 Juli 2022

Yakobus 4:6b
“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Selamat pagi anak-anak GP Kids.

Di dalam Alkitab, seringkali kita menemukan adanya ayat-ayat yang berisi teguran atau peringatan agar tidak berbuat dosa. Ayat-ayat ini ditulis oleh para penulis Alkitab melalui ilham Roh Kudus supaya anak-anak Tuhan tahu hal-hal apa yang seharusnya kita lakukan, dan apa yang seharusnya kita hindari. Salah satu teguran yang cukup sering kita jumpai di dalam Alkitab ditujukan kepada orang-orang yang sombong/congkak.

Manusia memang mudah untuk menjadi sombong. Ketika kita mengalami keberhasilan (nilai sekolah bagus, mendapat pujian dari orang lain karena kepandaian atau fisik kita), dosa dan kedagingan membuat kita mudah “besar kepala” dan merasa bahwa keberhasilan kita adalah semata-mata karena kehebatan kita sendiri. Tetapi di ayat di atas, Yakobus berkata bahwa orang yang congkak (sombong) ditentang Allah, tetapi sebaliknya orang yang rendah hati dikasihani. Mengapa Allah sangat memandang orang yang rendah hatinya?
Manusia seringkali lupa siapakah mereka sebenarnya. Roma 3:10 berkata “tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.” Ini artinya semua manusia, tanpa terkecuali. adalah orang berdosa yang butuh belas kasihan dari Allah. Jikalau ada hal yang baik dalam diri kita, itu sendiri adalah anugerah dari Tuhan. Orang yang rendah hati adalah orang yang menyadari hal ini. Kesombongan seringkali menghalangi orang untuk menyadari kelemahannya, sehingga merasa tidak butuh pertolongan dari Tuhan. Itulah mengapa Tuhan sangat menentang orang yang sombong.

Bagaimana dengan masing-masing kita? Adakah sedikitpun di dalam diri kita hal-hal yang kita sombongkan? Kiranya Roh Kudus memampukan kita semua untuk senantiasa hidup dalam kerendahan hati dan kesadaran bahwa hanya anugerah Tuhan saja yang memampukan kita untuk melakukan yang baik dan mendapat keberhasilan di hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

-Ko Dimas-

Morning Devotion GP Kids – 4 Juli 2022

Renungan, 4 Juli 2022

Mazmur 34:14
“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu.”

🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids 🌸

Berbohong atau berdusta adalah satu pelanggaran yang hampir semua orang pernah melakukannya.
Bahkan hal berbohong atau berdusta ini seringkali dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan dianggap sebagai kesalahan yang biasa. Apakah betul demikian?
Ketahuilah bahwa berkata bohong atau dusta merupakan “DOSA”.
Berbohong atau berdusta adalah perbuatan yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
Bohong atau dusta adalah salah satu dosa lidah yang sangat berbahaya dan harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan orang percaya.
Bohong atau dusta sumbernya dari Iblis, karena Iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta (Yohanes 8:44).

Sebagai orang percaya kita harus dapat menjaga lidah kita dari ucapan-ucapan yang menipu. Jika tidak, kita bukan hanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain, tapi juga mempermalukan nama Tuhan.
Berhati-hatilah, bohong atau dusta adalah dosa yang mengikat.
Sekali orang berani berbohong ia akan cenderung untuk terus berbohong dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

⚘️Tante Sulis⚘️

Renungan iGrow 4 Juli 2022 – Ketika Susah Melanda

https://youtu.be/NwDoUN2ToWM

Senin, 4 Juli 2022
KETIKA SUSAH MELANDA
Bacaan Alkitab Mazmur 85

Ayat Emas: Mazmur 85:5
Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.

Masa sukar yang kita alami bisa disebabkan oleh macam-macam hal. Salah satunya adalah teguran Tuhan karena dosa dan pelanggaran yang kita lakukan. Israel demikian halnya. Mereka dibuang Tuhan ke negeri pembuangan karena dosa mereka menumpuk di mata Tuhan. Oleh kasih Tuhan, mereka dibawa pulang. Namun pemulihan belum sepenuhnya terjadi, perkenanan Tuhan belum dinikmati secara sempurna.

Di dalam situasi susah, inilah yang diajarkan oleh pemazmur kepada seluruh umat, melalui sebuah doa yang berjudul, “Doa mohon Israel dipulihkan.” Inilah isi dari doa itu: ingat akan kebaikan Tuhan di masa lalu (ayat 2-4), mohon kemurahan Tuhan di masa susah (ayat 5-8), dan memiliki iman serta pengharapan yang tidak tergoyahkan di dalam menanti jawaban Tuhan (ayat 9-14).

Doa ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Kita mungkin sedang bergumul berat dengan kesusahan yang melanda. Di saat seperti itu, kita perlu menaikkan doa seperti yang diajarkan pemazmur ini, “doa ketika susah melanda.” Tetaplah bersyukur untuk kebaikannya di masa lampau, mohon Tuhan tidak meninggalkan kita, dan miliki iman dan pengharapan yang kokoh nan kuat.

Doa
Tuhan, kami bersyukur untuk kasih dan setia-Mu di sepanjang jalan hidup kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Renungan iGrow 3 Juli 2022 – Rindu Akan Pelataran-Mu

https://youtu.be/nnPqT8Al-rI

Minggu, 3 Juli 2022
RINDU AKAN PELATARANMU
Bacaan Alkitab Mazmur 84

Ayat Emas: Mazmur 84:2-3
Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Kemajuan teknologi telah membuat kita kebanjiran informasi. Entahkah penting ataukah tidak, informasi masuk menjejali mata, telinga dan pikiran kita. Lewat WA, instagram, facebook, kompas.com, detik.com, dan semua media yang lain, beragam berita dapat kita terima, sekalipun kita tidak kehendaki. Mereka masuk kapan saja mereka mau. Akibatnya, kita tidak lagi mampu menyaring mana sesuatu yang penting dan mana yang tidak. Lebih-lebih, kita pun menjadi agen gratis yang ikut menyebarkan informasi itu. Karena dilakukan setiap hari, pada akhirnya otak kita terprogram untuk ingin melihat informasi-informasi itu dan rindu membagi-bagikannya.

Dalam perikop yang kita baca hari ini, kita membaca bagaimana pemazmur dibawa kepada keinginan dan kerinduan yang lain. Ia ingin menghabiskan waktunya, setiap hari untuk sesuatu yang lain. Dia senang di tempat kediaman Tuhan. Ia merindukan pelataran-pelataran Tuhan. Baginya, lebih baik satu hari di rumah Tuhan dari pada seribu hari di tempat lain.

Otak kita gampang diprogram. Cukup dengan melakukan sesuatu berulang kali selama sebulan, maka itu akan menjadi kebiasaan. Ketika kita melakukan seperti yang diinginkan pemazmur berulang-ulang maka itu akan menjadi kebiasaan kita.

Doa
Tuhan, ajar kami merindukan yang dirindukan-Mu. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio