Kebaktian GP Kids Onsite diadakan setiap hari Minggu, pukul 08.00 WIB, di Aula GKMI Gloria Patri. Anak-anak GP Kids diminta untuk membawa Alkitab serta alat tulisnya masing-masing. Kiranya menjadi perhatian dari orang tua GP Kids.
Apakah Anda pernah mendengar pertanyaan orang yang begini: “Kok umur segini belum nikah?” Ataukah Anda mendengar ujaran orang seperti ini: “Wah, sayang ya baru umur segini udah menjanda….” Atau pula yang ini: “Sstt.. dia kan nggak nikah, hati-hati ya…” Ujaran-ujaran demikian biasanya membuat sebagian besar orang menjadi terganggu, apalagi generasi milenial yang sangat sensitif dengan isu kesendirian ini. Konstruksi sosial yang berlaku di budaya kita memang mengharuskan bahwa hidup yang normal itu adalah ketika seseorang berpasangan atau menikah. “Kalau udah gede, nanti pacaran, lalu menikah, dan punya anak.” Lantas bagaimana jika tidak berpasangan? Bagaimana jika tidak menikah? Keadaan ini dianggap sebagai sebuah kerugian, bahkan dalam beberapa kasus dianggap sebagai kutukan.
Hal ini sesungguhnya tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Di dalam 1 Korintus 7 Paulus menuliskan panjang lebar soal realitas pernikahan yang berada di tengah jemaat Korintus. Secara khusus Paulus menyoroti soal keadaan sebagian kecil jemaat yang tidak menikah. Dalam hal ini Paulus mengingatkan bahwa mereka yang tidak menikah supaya “baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.” Secara tradisi, Paulus memang dikenal sebagai seorang rasul yang melayani Tuhan dengan sepenuh dirinya, bahkan ia pun tidak menikah. Dapat dikatakan bahwa Paulus memang mengkhususkan diri untuk tidak menikah, dan berfokus pada misi pekabaran Injil bagi kaum non-Yahudi. Karena itulah Paulus mengingatkan bahwa kesendirian bukanlah sebuah kerugian, melainkan sebuah kesempatan untuk melayani Tuhan dengan penuh fokus. Orang yang tidak beristri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya (ay. 32).
Tentu saja hal ini bukan berarti bahwa orang yang menikah tidak dapat melayani Tuhan. Sangat mungkin sekali, bahwa dua orang yang mengasihi Tuhan, akan semakin efektif melayani Tuhan dalam sebuah pernikahan bukan? Namun tentu yang Paulus sampaikan di sini bukanlah lebih baik sendiri atau menikah, melainkan bagaimana hidup yang secara utuh dipersembahkan untuk melayani Tuhan. Jadi baik menikah atau belum menikah, ataukah bahkan jika nanti tidak menikah; hidup haruslah tetap bermakna dan melayani Tuhan.
Apalagi kondisi pandemi Covid-19 belakangan ini memukul sebagian besar kita, bahkan ada pula di antara kita yang mungkin kehilangan pasangan kita. Tidak dapat dipungkiri, ada rasa kesepian karena selama ini kita terbiasa hidup bersama pasangan. Namun sekali lagi, baik berpasangan atau tidak, hidup ini akan berarti ketika kita arahkan untuk melayani Tuhan. Tuhan memberkati kita semua.
Sabtu, 2 Juli 2022 KUASA ALLAH TAK TERBATAS Bacaan Alkitab Mazmur 83
Ayat Emas: Mazmur 83:18-19 Biarlah mereka mendapat malu dan terkejut selama-lamanya; biarlah mereka tersipu-sipu dan binasa, supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.
Asaf mengeluh kepada Allah tentang musuh-musuh bangsa Israel yang berkonspirasi untuk menjatuhkan kedaulatan Israel (ayat 5), bahkan kedaulatan Allah (ayat 13). Musuh-musuh ingin melenyapkan jejak bangsa Israel di muka bumi. Dan itu berarti menghapus jejak karya Tuhan atas umat-Nya. Untuk itu, dengan pikirannya sendiri, Asaf memberikan saran-saran kepada Allah tentang bagaimana cara mengalahkan dan melenyapkan musuh-musuh Israel. Namun, di bagian akhir mazmurnya, Asaf ingat bahwa Allahnya Israel adalah TUHAN, YAHWEH, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi. Artinya, tidak ada satupun yang ada di bumi ini yang mana Allah tidak berkuasa.
Dia yang menciptakan waktu, Dia tahu waktu tepat seperti apa untuk menghancurkan musuh. Dia yang menciptakan susunan galaksi, Dia tahu bagaimana cara mengatasi kehebatan manusia. Dia Allah yang Mahatinggi.
Mungkin kita juga sama dengan Asaf. Menghadapi kesukaran dan pergumulan, kita telah membuat skenario yang bagus untuk menyelesaikan dan menyerahkan kepada Tuhan untuk bertindak sesuai dengan alur yang kita inginkan. Tapi, ingatlah bahwa Ia adalah Allah yang Mahatinggi, yang berkuasa atas seluruh bumi. Ia lebih tahu bagaimana cara mengatasi persoalan yang kita hadapi. Percayalah kepada-Nya dengan bulat hati.
Doa Tuhan, aku mau bulat-bulat percaya pada-Mu. Amin. (JeRu)
Pengkhotbah 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
Halo anak-anak GP kids yang dikasihi Tuhan ♥️
Dalam kehidupan ini semua ada waktunya ⏳ Ada waktu untuk belajar📚, ada waktu untuk liburan🏖️ (seperti sekarang anak-anak yang sedang menikmati liburan sekolah). Ada waktu bergembira 🥳, ada waktu bersedih 😩. Ada waktu untuk tertawa 😄, ada waktu untuk menangis 😭. Ada waktu untuk bertemu🤝, ada waktu untuk berpisah 👋🏻.
Semua itu harus kita lalui silih berganti, karena hidup di dunia ini memang tidak ada yang kekal, semua hanya sementara. Untuk itu yuk kita gunakan waktu yang sementara di dunia ini untuk mengejar nilai-nilai kekekalan seperti fokus pada Tuhan dengan membaca Alkitab 📖 dan berdoa kepada-Nya🙏🏻😇
Jadi walaupun liburan, jangan lupakan Tuhan ya. Tuhan nggak pernah libur memberkati kita setiap hari loh 🤗🤗
Tuhan Yesus memberkati kita semua🙏🏻😇 Selamat menikmati liburan ya 🤗🤗
Info GP Kids: Kebaktian Rutin GP Kids Onsite akan dimulai per tanggal 3 Juli 2022, pukul 08.00 wib, bertempat di Aula GKMI GP.
Dikarenakan masa pandemi, anak-anak GP Kids diwajibkan membawa Alkitab 📖 serta alat tulisnya ✏️masing-masing.
Mari Bapak/Ibu, dan anak-anak GP Kids kita beribadah bersama-sama di gereja secara onsite, serta mengikuti rangkaian Acara Bulan Keluarga #Bulankitasemua 👨👩👧👦
Hello, Shiners!✨ Siapa nih di antara kita yang nggak pernah main medsos? Pasti semuanya pernah dong, buktinya nih kalian bisa lihat postingan ini hehehe😁
Pasti di antara kita semua pernah menggunakan media sosial, entah hanya untuk sekadar scrolling2 ataupun berbagi momen spesial kita. Nah, tanpa kita sadari sebenarnya melalui media sosial kita juga bisa berbagi berkat dengan teman2 kita juga loh! Mau tau lebih lanjut gimana caranya? Yukk hadir dalam Ibadah Youth besok Sabtu secara Onsite di gereja kita tercinta! See you!!😁
Jumat, 1 Juli 2022 HAKIM YANG ADIL Bacaan Alkitab Mazmur 82
Ayat Emas: Mazmur 82:1 Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi.
Beberapa penafsir menafsirkan bahwa yang dimaksudkan dengan “para allah” dalam ayat ini adalah para hakim Israel, Mahkamah Agama, dan tua-tua Israel yang memegang kekuasaan pada waktu itu. Dalam sebuah persidangan ilahi, para hakim dunia ini sedang dihakimi oleh Hakim Agung, Allah yang adil. Oleh Hakim Agung, ditemukan bahwa para hakim dunia telah berubah menjadi lalim dan memihak kepada orang fasik (ayat 2). Mereka juga telah menjadi buta dan tidak mengerti apa-apa dalam memutuskan perkara. Mereka membutakan mata mereka, sehingga mengabaikan dan mencurangi kaum lemah dan tertindas (ayat 2-5). Hukum menjadi tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas. Akibatnya, orang lemah tidak pernah mendapat keadilan.
Namun, Hakim Agung yaitu Allah tidak tidur. Gusti ora sare. Ia mengawasi baik sang hakim lalim maupun kaum lian yang dihakimi. Kedua-duanya akan mendapatkan keadilan. Di dalam waktunya Tuhan, yang baik akan nampak dan yang jahat akan kentara. Kehidupan manusia selalu transparan di hadapan Allah, sekalipun kita bisa membungkusnya dengan kemunafikan di dalam dunia. Sekali lagi, Gusti ora sare, Tuhan tidak tidur. Ia selalu terjaga. Tak ada satu hal sekecil apapun yang akan lolos.
Doa Ya Tuhan, Engkaulah Hakim Agung yang akan menghakimi kami semua dengan cara-Mu yang penuh keadilan. Ajarlah kami untuk bersikap adil kepada sesama kami. Amin. (JeRu)
Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
Selamat pagi GP Kids semua…. Hayo siapa yang masih hafal dengan ayat ini?
Ini adalah salah satu kalimat yang ditulis oleh Rasul Paulus, yang diinspirasi oleh Allah Roh Kudus, yang telah dikenal oleh banyak orang percaya di segala tempat dan generasi.
Bahwa semua (tidak terkecuali) orang telah berbuat dosa, yang itu berarti telah kehilangan kemuliaan Allah.
Dua manusia pertama, Adam dan Hawa diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (lihat Kejadian 1:26-27). Tapi akibat dosa, gambar dan rupa Allah, yang seharusnya terpancar dari setiap manusia menjadi ternoda. Bahkan termasuk kepada anak cucu Adam dan Hawa.
Buktinya? Tanpa kursus, tanpa sekolah, tanpa diajari anak-anak kecil bisa berbohong, bisa memukul, bisa melukai orang lain.
Tapi puji Tuhan Yesus yang sangat baik bagi kita. Ayat di atas tidak berhenti di sana. Dilanjutkan pada ayat ke-24. “…dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Di dalam Tuhan Yesus, manusia yang percaya kepada Tuhan Yesus, menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi, dipulihkan. Diselamatkan dari upah dosa, yakni maut.