Morning Devotion GP Kids – 17 Mei 2022

Roma 12:18
“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”

Selamat pagi anak-anak GP Kids.

Kita semua pasti pernah mengalami pertengkaran, mungkin dengan teman, kakak/adik, atau saudara kita. Pertengkaran ada yang ribut sampai adu mulut, ada juga yang saling mendiamkan satu sama lain. Penyebab dari peretengkaran juga macam-macam, dari hal-hal yang serius sampai yang kecil dan sepele. Pertengkaran memang adalah hal yang tidak bisa dihindari di dunia kita yang berdosa ini. Ketika orang berdosa yang berelasi dengan orang berdosa yang lain, rasanya tinggal menunggu waktu saja akan ada kesalahpahaman dan ketidakcocokan antara satu sama lain. Ketika bertengkar, masing-masing pihak pasti merasa bahwa mereka lah yang benar.

Di ayat diatas, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma untuk hidup “dalam perdamaian dengan semua orang”. Namun ada kalimat yang menarik sebelumnya: “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu”. Ini artinya meskipun terkadang kita sudah berusaha untuk mengasihi sesama kita, pertengkaran tetap saja bisa terjadi. Misalnya, bisa saja kita sudah berusaha berteman dengan semua teman kita tapi tetap saja ada yang tidak suka dengan kita dan tidak mau berteman dengan kita karena suatu alasan tertentu. Kecenderungan manusia adalah untuk membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:18), tetapi sebagai anak Tuhan kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai (Matius 5:9) ditengah dunia yang penuh dengan kebencian dan keegoisan.

Marilah kita lihat diri kita masing-masing. Sudahkah kita berusaha semampu kita untuk menjadi pembawa damai? Kiranya kita mulai hari ini dengan berdoa mohon pimpinan Roh Kudus agar kita dimampukan menjadi anak anak yang membawa damai di manapun kita berada.

Tuhan memberkati kita semua.

~ Ko Dimas

Renungan iGrow 16 Mei 2022 – Luar Biasa Besar

https://youtu.be/5prOhwqR3Tg

Senin, 16 Mei 2022
LUAR BIASA BESAR
Bacaan Alkitab: Mazmur 36

Ayat Emas Mazmur: 36:6-7
Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.

Pemazmur mengganggap bahwa kefasikan orang berdosa tidaklah sebanding dengan kasih setia Tuhan. Terlalu besar. Bayangkan saja, kasih Tuhan bisa sampai ke langit. Kesetiaan-Nya sampai ke awan. Seperti jejeran gunung keadilan-Nya. Hukum-Nya luas bagaikan samudera raya. Sebagai seorang raja yang diurapi Tuhan, Daud menyadari bahwa keagungannyapun tak cukup bisa menyaingi kebesaran dan kedasyatan Allah. Itulah sebabnya ia menempatkan dirinya sebagai hamba Tuhan (ayat 1), yaitu seseorang yang hanya layak jika ia dipilih dan diperkenan oleh Tuannya.

Jika demikian agungnya kasih, keadilan dan kebenaran Allah yang selalu bersama kita maka seyogyanya kita tidak perlu kuatir apalagi takut dengan orang-orang yang berupaya merancang hal-hal yang jahat dalam hidup kita. Sebagai Tuan, Ia pasti bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup dari hamba-Nya.

Jangan kita hanya yakin akan janji-janji-Nya tetapi yakinlah juga akan karakter-karakter-Nya. Ia pasti berlaku sebagaimana adanya diri-Nya. Ia tidak pernah menyangkal diri-Nya sendiri. Percayalah pada kasih, kesetiaan, keadilan, dan kebenaran-Nya.

Doa
Ya Tuhan, singkapkan mata rohani kami untuk melihat akan kasih, kesetiaan, keadilan dan kebenaran-Mu dalam hidup kami. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Morning Devotion GP Kids – 16 Mei 2022

Mazmur 37:34
“Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.”

🌸 Selamat pagi anak-anak GP Kids yang dikasihi Tuhan Yesus🌸

Dalam menghadapi masalah manusia cenderung selalu mengeluh, bersungut-sungut, dan berputus asa. Tetapi kalau kita ada di dalam Tuhan dengan sungguh-sungguh, kita sanggup menjalaninya dengan hati yang tenang.

Tuhan selalu menopang orang benar, yang artinya kita tidak dibiarkan sendirian dalam menghadapi pergumulan hidup. Tuhan menopang hidup kita bahkan Dia menggendong kita. Jangan takut, karena Jika Allah Dipihak Kita, Siapakah Yang Akan Melawan Kita? (Roma 8:31).
Ketika bangsa Israel hendak berjalan menuju tanah perjanjian, mereka banyak sekali melewati tantangan. Firaun memerintahkan pasukan tentaranya untuk mengejar bangsa Israel. Masih banyak kesulitan-kesulitan yang dialami bangsa Israel di padang gurun. Di tengah-tengah kesulitan-kesulitan, Allah menyatakan mukjizat-Nya dihadapan bangsa Israel. Tuhan selalu punya cara untuk menolong dan jalan-Nya penuh keajaiban. Dan terbukti selama 40 tahun menempuh perjalanan di padang gurun, Tuhan memelihara umat Israel, menyediakan semua keperluan.
Seperti tertulis di Keluaran 13:21-22;
(21) TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
(22) Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.
Selain itu, Tuhan juga melindungi bangsa Israel dari serangan musuh.

Kita juga dapat mengalami dan merasakan karya-karya Tuhan bila kita hidup dalam kebenaran dan kekudusan-Nya.
Tetap nantikan Tuhan dan ikutilah jalan-Nya, Tuhan akan menolong dan melepaskan kita dari kesulitan-kesulitan. Mukjizat-Nya akan dicurahkan bagi orang yang taat dan setia.

Jika anak-anak mengalami masalah atau kesulitan baik itu masalah kecil atau besar sujudlah dihadapan Tuhan, tetap percaya, sebab Tuhan setia.

Tuhan Yesus mengasihi kita semua ❤

⚘️Tante Sulis⚘️

Warta Jemaat Edisi 15 Mei 2022

Klik di sini untuk versi lengkap PDF

Pelayanan Keluar
Pdt. Jakson Rumagit pada hari ini Minggu, 15 Mei 2022 menyampaikan firman Tuhan dalam Kebaktian Umum, pk.10.00 dan pk.17.00 WIB di GKT Semarang. Kiranya Jemaat mengetahui serta mendukung dalam doa.

Rapat Majelis Jemaat
Mengundang hamba Tuhan dan Majelis Jemaat GKMI Gloria Patri hadir dalam rapat yang diadakan secara online pada hari ini Minggu, 15 Mei 2022; pk.19.00 WIB melalui Zoom. Kiranya menjadi perhatian hamba Tuhan dan Majelis Jemaat.

Kebaktian Komisi Anak GP Kids – 15 Mei 2022

Selamat pagi Bapak/Ibu, dan anak-anak GP Kids 😊

Berikut ini kami kirimkan tautan Kebaktian Komisi Anak GP Kids GKMI Gloria Patri, tanggal 15 Mei 2022.

Firman Tuhan terambil dari:
Yohanes 21:1-14.

Informasi Persembahan GP Kids:

1. Persembahan bisa diberikan dengan menggunakan amplop yang akan diserahkan (oleh Papa/Mama) ke gereja.

Dan amplop itu diberi tulisan:
“Untuk GP Kids”.

2. Atau melalui transfer BCA 009.444.3331 a.n SETIJAWATI WAHJUDI.

Demikian informasi dari Komisi Anak GP Kids.
Selamat hari Minggu…
Selamat beribadah…
Tuhan Yesus memberkati 🙏🏻

Renungan iGrow 15 Mei 2022 – Bolehkah Mengutuki Musuh?

https://youtu.be/ZJxvfmqz76c

Minggu, 15 Mei 2022
BOLEHKAH MENGUTUKI MUSUH?
Bacaan Alkitab: Mazmur 35

Ayat Emas: Mazmur 35:4
Biarlah mendapat malu dan kena noda, orang-orang yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan tersipu-sipu orang-orang yang merancang kecelakaanku!

Judul di atas menggelitik. Karena, jikalau jawabannya boleh, maka kita diperhadapkan kepada ajaran Tuhan Yesus yang mengharuskan kita mengampuni dan mengasihi musuh. Jika jawabnya tidak, maka pertanyaannya ialah mengapa ayat-ayat seperti ini muncul secara terang benderang.

Berdasarkan kenyataan ini maka ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan kita. Pertama, Alkitab secara jujur menceritakan perasaan terdalam dari orang-orang pilihan-Nya, termasuk kesalahan dan kegagalan mereka menuruti kehendak Tuhan. Namun, tidak berarti perasaan dan kegagalan mereka dibenarkan. Kedua, dalam kasus Daud ini, sekalipun ada perasaan marah kepada musuhnya namun ia tidak mengambil tindakan sendiri untuk membalas tetapi menyerahkannya kepada Tuhan yang memiliki hak prerogatif.

Jujur tentang perasaan kita adalah lebih baik daripada menyimpannya dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Hanya saja, kepada siapa kita jujur itu jauh lebih penting. Ungkapkan saja kepada Tuhan, dan biarkan Dia yang bertindak, termasuk melembutkan hati kita supaya selaras dengan hati-Nya yang suka mengampuni dan mengasihi. Bukan mengutuki.

Doa
Ya Tuhan, kami ingin memiliki hati seperti-Mu, yang suka mengampuni dan mengasihi. Amin. (JeRu)

Alkitab Audio

Kebaktian Umum GKMI Gloria Patri Minggu, 15 Mei 2022 – Oleh: Sdr. Joseph Wisesa N.

Ya Tuhanku dan Allahku

Jemaat, khususnya kawula muda siapa sih diantara kita yang tidak mengetahui BTS (K-pop) dan Justin Bieber? Pasti kita semua tahu, bahkan keduanya mempunyai fans yang fanatik yang dikenal ARMY (BTS) dan BELIEBERS (Justin Bieber). Mereka yang menjadi fans kedua artis pop ini pastilah tidak mau ketinggalan informasi, bahkan konser idolanya. Ada yang berebut paket MCD kolaborasi dengan BTS sampai menyimpan bekas tempat makannya. Bahkan, sampai ada yang berebut tiket konser Justin Bieber yang akan diadakan November 2022 ini. Itu semua terjadi karena para fans tersebut mengakui bahwa “BTS idolaku atau JUSTIN idolaku.” Lalu bagaimana dengan Tomas dan kita saat ini?

Tomas memang menyatakan bahwa Yesus adalah “Ya, Tuhanku dan Allahku.” Namun ada keraguan yang dialami oleh Tomas, bahkan ada penafsir yang menyatakan bahwa Tomas tidak mau percaya jika tidak ada bukti. Ia ragu dan tidak mau percaya, karena tidak melihat dan menyentuh- Nya secara langsung. Berdasarkan hal ini, Yesus mengetahui apa yang digumulkan oleh Tomas, sehingga Ia sendiri hadir khusus untuk Tomas dan meminta Tomas untuk melihat dan menyentuh luka yang ada pada tubuh Yesus. Pada akhirnya, Tomas percaya dan yakin terlihat dari pernyataan “Ya, Tuhanku dan Allahku.” Kalimat “Ya, Tuhanku dan Allahku” bukan hanya sekadar respons kaget atau asal sebut. Namun, kalimat itu adalah sebuah pengakuan atau pernyataan iman Tomas.

Banyak diantara kita seperti Tomas, yang ragu kemudian percaya. Namun, ada juga yang bukannya ragu, tetapi memang tidak mau percaya jikalau tidak ada bukti. Tuhan Yesus meminta kita untuk melandaskan kehidupan ini dengan beriman kepada-Nya bukan hanya percaya. Mengapa demikian? Karena percaya dilandaskan pada bukti, sehingga tanpa bukti kita tidak bisa percaya, bahkan kecewa. Namun iman dilandaskan pada harapan, sehingga jika keadaan tidak sesuai dengan keinginan, kita tidak kecewa, sebab kita tahu dan berharap bahwa Yesus memberikan yang terbaik buatku.

Jikalau kita telah beriman dan percaya dan menyatakan hal yang serupa dinyatakan oleh Tomas, yakni “Ya, Tuhanku dan Allahku,” maka kita perlu menghidupkan pengakuan tersebut dalam kehidupan kita. Jemaat, marilah, jika Yesus adalah Tuhan kita, maka berilah dirimu menjadi milik-Nya, layanilah diri-Nya dengan ketaatan, dan berintegritas dalam kehidupanmu. Jemaat, marilah, jika Yesus adalah Allah kita, maka kenali dan alami kebapaan Allah melalui diri-Nya. Jemaat, jadilah penyambung lidah dan tangan Tuhan. Pakailah lidah yang Tuhan anugrahkan untuk memberkati melalui setiap tutur kata dan menyebarkan kabar baik kepada siapapun. Pakailah tangan yang Tuhan anugrahkan untuk menghadirkan keadilan dan membantu mereka yang membutuhkan, sehingga kedamaian Tuhan dirasakan semua orang, Amin. (Joseph W.N)